Going the extra miles

7 06 2012

Berawal dari sebuah tweet mention Rania aciL Fardyani@raniaacil : inget law of attraction yg dceritain pak @_rizal_, akhirnya saya nempelin foto impian”saya dcermin lemari jd pas bgn tidur lgsg ngeliat (:

Yang membuatku tertegun adalah bahwa coretan sederhanaku ternyata bisa memberikan inspirasi bagi seseorang. Kalo ada waktu, liat deh impian Acil yang keren ini. Setiap orang pasti punya impian. Kumpulan impian ini yang menjadi kompas hidup kita. Jujur kuakui, bahkan merumuskan impian kita sendiri bukan perkara mudah. List 101 impianku, bahkan belum selesai sampai detik ini. *keringetan*. List yang belum selesai ini juga harus udah diupdate karena satu demi satu impianku ‘keburu’ terwujud.

Sudahlah merumuskan impian aja nggak gampang, mewujudkannya apa lagi. Bottomline-nya, perlu ada belief-keyakinan kuat, usaha kuat, dan doa kuat, agar impian kita satu demi satu terwujud. Sebagai salah satu bagian dari usaha yang kuat, mereka yang udah baca novel Negeri 5 Menara-nya Anwar Fuadi pastinya ingat petuah di PM, Going the extra miles.

Going the extra miles tidak dimaksudkan literally. “Berjalan lebih jauh beberapa mil”, harfiahnya. Bermakna berupaya lebih tekun, lebih keras dan lebih baik dari orang lain.  Selalu berusaha menjadi bagian dari segelintir extraordinary performer. Tidak sudi hanya menjadi pengisi bagian terbesar kurva normal, di pusat rata-rata. Apalagi underperform, itu sama aja aib besar.

Dan going the extra miles ini bisa diterapkan di peran apapun yang kita punya. Sebagai seorang buruh teknologi informasi, diriku berusah berbeda dari buruh lainnya. Differentiate or die, Jack Trout menggunakan terms yg ekstrim. Kalo diriku tidak punya kelebihan dari yang lain, bagaimana mungkin diriku berharap karirku sebagai buruh bisa lebih baik? Dua sertifikasi IT internasional sudah kugenggam, mimpiku berikutnya adalah menjadi Doktor IT pertama di tempatku bekerja. The next extra miles ahead.

Sebut setiap peran, dan pasti bisa kita define extra miles yang sekiranya pas untuk peran itu. Sebagai istri? jadilah chef terbaik yg pernah dicicip masakannya oleh suaminya, kalahkan Farah Quinn kalo bisa. Extra miles-nya? ikut kursus memasak, beli buku resep, tonton acara kuliner.  Jadi Suami? Jadilah pria paling romantis dan setia di muka bumi,kalahkan Pak Habibie kalo bisa. Jadi Ayah ? jadilah model ayah terbaik yang pernah dilihat oleh anak-anaknya. Jadi bos? jadilah leader yang terus dikenang staf sepanjang karir mereka sebagai bos terbaik yg pernah ada di tempa kerja. Jadi mahasiswa? IPK diatas 3,9.  Long list to come.

Extraordinary Miles lead to Extraordinary Assignment

Sebulan yang lalu, sejarah baru tercipta. Seorang Top Executive Telkom dengan jabatan terakhir VP IT Strategy & Governance – P Judi Rifajantoro, *atasan langsung saya, ehm*,  resmi dilantik sebagai Direktur Pengembangan Bisnis dan Manajemen Risiko PT. Garuda Indonesia. Singkat cerita, kepercayaan extraordinary sebagai Direktur yang membawahi IT di Garuda pada personil Telkom adalah karena P Judi telah dengan tekun melakukan extra miles-nya. Dengan going the extra miles, nggak ada yang nggak mungkin. Bahkan untuk menciptakan sejarah sekalipun.

Jadi, siap untuk going the extra miles, kawan ?





A B C D

21 02 2012

“Most successful men have not achieved their distinction by having some new talent or opportunity presented to them. They have developed the opportunity that was at hand.” Bruce Barton

Pagi ini ada email yang bikin kaget. Kirain spam, setelah googling sejenak,  ternyata sepertinya email ini serius…

##################

from:  xxxxxxxxxx
to: xxxxxxxxxxx
bcc:  rizalxxxxxxx
date:  Tue, Feb 21, 2012 at 12:44 AM
subject:  Director, IT Planning and Solution- Roshan Telecom

Greetings!!
With regards to your profile on linkedin, request you to go through the JD given below.

ABOUT THE COMPANY:-
Roshan is the leading GSM mobile provider and largest telecom operator in Afghanistan with the largest and most advanced network serving more than 3.7 million customers.  In January 2003, Telecom Development Company (TDCA) was issued the second GSM license for Afghanistan.  TDCA trades under the name of Roshan.  “Roshan” means “light” in Dari and Pashto, the two most widely spoken languages in the country. For the people of Afghanistan, Roshan brings a promise of trust, friendship, cooperation and hope for the future necessary in bringing the country out of a troubled past into a bright future. Roshan is the largest private employer in Afghanistan.

Job Description:
Department: Information Technology

Job Location : Kabul
Job Title: Director, IT Planning and Solution
Reports To: Chief Technology Officer
Job Purpose: Meet the business objectives of the organization through streamlined IT operation. The Director, IT Planning and Solution will plan, coordinate, direct and design IT-related activities of the organization, as well as provide administrative direction and support for daily operational departments to identify, recommend, develop, implement and support cost-effective technology solutions and tools for all aspects of the organization. The Director, IT Planning and Solution will also define and implement IT policies, procedures and best practices.

dst… (Responsibility, Qualification, Competence, Renumeration)

######################

whiiiiw…. emang sih ini bukan kali pertama ada email nawarin suatu posisi berdasarkan profil di jejaring sosial LinkedIn-ku. Tapi yang sebelumnya sih paling top nawarin posisi manager di suatu perusahaan multinasional untuk tingkat Asia Pasifik. Nah yang ini, nawarin posisi Direktur IT Planning & Solution, di suatu telco (telecommunication operator). Terlepas bahwa posisi ini lokasinya di Kabul, Afghanistan, negri yang tercabik oleh perang yang berkepanjangan.  Pastinya, perlu nyali sekuat baja untuk apply ke posisi ini.

Ada tiga jejaring sosial yang aktif kuikuti saat ini, yaitu twitter, facebook dan LinkedIn. LinkedIn apaan sih? LinkedIn adalah situs web jaringan sosial yang berorientasi bisnis, terutama digunakan untuk jaringan profesional. Oh ya, LinkedIn ini listing di New York Stock Exchange loh. Disitu kita bisa posting curriculum vitae kita, pendidikan, pengalaman kerja, kompetensi, juga pengalaman organisasi. Posting di LinkedIn ini cenderung ‘jaim’ memang. Beda dengan twitter dimana kita bisa berkicau seenak hati sepanjang tak lebih dari 140 karakter, ataupun facebook yang bisa narsis dengan background menara Eiffel, patung Liberty, menara Pisa atau lonceng Big Ben.

Seringkali ada email notifikasi update dari LinkedIn bahwa seorang kenalan profesional network telah berganti job title atau malah telah pindah perusahaan. Indikasi ini nunjukin bahwa member LinkedIn cukup aktif memelihara kemutakhiran profilnya. Oh iya, baru beberapa hari yang lalu ada informasi bahwa member LinkedIn di Indonesia tembus angka 1 juta dan secara global, 150 juta. So pasti headhunter yang kirim email tadi pasti telah melakukan filtering untuk dapat long-list email broadcast calon kandidat Direktur IT sebelum seleksi administratif menjadi short-list.

Satu hal yang pasti, ” I Pass” this offering. Nyaliku tak sekuat gatotkaca untuk berada di Kabul. Meski dalam hal kompetensi, skill dan knowledge kurasa cukup memadai untuk ikut berkompetisi. Ada dua sertifikasi internasional atas kompetensiku yang tersimpan rapi dalam laciku. Dan posisiku yang setingkat senior manager juga menjadi salah satu prasyarat kandidat Direktur IT Planning & Solution itu. Satu hal lagi, masih ada ikatan dinas tiga tahun lagi yang harus kujalani setelah Perusahaan membiayaiku kuliah S2. Hal terakhir dan terpenting, berada di tengah keluargaku sekaligus mengunjungi ayah-ibuku seminggu sekali adalah prioritas tertinggiku.

Destiny - chestofbooks.com

Nah, terlepas bahwa invitation to compete tadi kulewatkan begitu saja, dalam hal seseorang bisa menempati suatu jenjang posisi tertentu dalam karirnya, ada kaidah yang kuyakini berdasarkan pengalamanku sendiri. Kaidah ini sebut aja ABCD, terdiri dari Attitude, Brain, Chance, Destiny. Dan berada di Kabul sebagai Direktur IT Planning & Solution perusahaan telekomunikasi terbesar Afghanistan tak masuk dalam mimpiku, ataupun ABCD-ku. ABC saja mungkin iya, tapi hati kecilku menolak untuk menarik D melengkapi ABC tadi. Dan tanpa lengkapnya ABCD, berdasarkan pengalamanku sendiri, mustahil suatu posisi dalam karir dapat diperoleh.

Bagaimana menurutmu?





the Law of Attraction

12 02 2012

“Hanya ada dua cara untuk menjalani hidup Anda. Yang pertama adalah menjalaninya seakan-akan keajaiban itu tidak pernah ada. Yang kedua adalah menjalaninya seakan-akan segala sesuatu adalah keajaiban.” -Albert Einstein

Pernah denger istilah ‘my dream comes true,?’ kayaknya sering yah. Ada euphoria natural setiap kali istilah yang bermakna ‘mimpiku menjadi kenyataan’ itu terucap. Dan pastinya, istilah ini kita pakai hanya untuk momen yang benar-benar layak untuk itu. Kita nggak bakalan bilang ‘my dream comes true‘ sehabis menyantap semangkuk mie instan dengan telur ceplok kan? Kecuali mungkin, kita sudah lima tahun nggak makan mie instan dan telur ceplok, dan sudah bertahun-tahun desperately ngidam makan sepasang menu andalan anak kos ini.

Lebih make sense untuk berucap my dream comes true untuk seorang istri yang baru saja diajak suaminya menyantap romantic dinner di Singapore Flyer, bianglala raksasa yang berputar dua kali di ketinggian 165 meter di area Marina Bay. Which is quite impossible bakal terucap dari bibir istriku. Bukan karena nggak bisa mbayarnya, tapi karena acrophobia, aku takut pada ketinggian. Nggak usah kan berada dalam kapsul di ketinggian 165 meter, berada di gondola kereta gantung ancol aja udah membuatku berkeringat dingin dan tak henti berdoa agar perjalanan yang sebenarnya menyenangkan buat anak-anakku segera berakhir.

Apakah impian yang menjadi nyata adalah suatu keajaiban dan kebetulan belaka? Sah-sah aja untuk berfikir seperti itu. Bahwasanya keajaiban demi keajaiban terjadi dalam perjalananan hidupku mulai membuatku yakin bahwa impian bisa diwujudkan. Kuakui tak semua impianku terwujud. Dan itu tentu saja membuatku berduka. Tapi percuma berhenti di situ. Move On. Kegagalan mewujudkan impian memberiku dua pilihan, tetap bermimpi, atau menciptakan mimpi baru.

Bermimpi dan berharap keajaiban datang? Perhatiin deh dialog di film-film barat. Ada ungkapan sarkastik dalam bahasa bule “Dream on !”, yang bermakna sesuatu yang diinginkan sang lawan bicara pasti tak mungkin terwujud. Menetapkan impian adalah satu hal. Dan hal nomor satu. Kalau harus memilih antara memiliki perangkat kompas atau titik tujuan, seorang nakhoda sejati akan memilih tujuan. Kompas masih bisa digantikan dengan rasi bintang sebagai petunjuk arah. Tapi tanpa tujuan, hendak ke arah mana haluan kapal diarahkan?

Attraction - inspirationdna.com

Menetapkan mimpi adalah langkah awal. Pertanyaannya adalah Mengapa dan Apa? Lupakan dulu bagaimana atau kapan-nya. Visualisasikan Apa ini dengan jelas di internal memori di otak kita. Ntah itu berupa benda (rumah, mobil, uang, laptop, gadget, etc) maupun bukan (lulus kuliah, menikah, haji, wisata, etc).  Dan visualisasikan secara berulang sampai Apa ini menjadi resident memory yang tak terhapus sampai saatnya terwujud. Terus apa selanjutnya? Postulat kehidupanku kurang lebih seperti ini: Fakta = 1 Impian + 3 Usaha + 5 Doa. Usaha mewujudkan impian harus lebih keras dari menetapkan impian. Dan berdoa agar fakta atau takdir yang terjadi sesuai dengan harapan kita, jauh lebih kerap dari usaha.

Baru belakangan kutau ada yang namanya the Law of Attraction atau hukum ketertarikan. Sederhananya, apa yang akan terjadi akan ditarik dengan kuat oleh apa yang kita percayai akan terjadi, baik secara sadar ataupun tidak. Impian kita, upaya keras kita, doa yang lebih kerap dari kita untuk mewujudkan impian akan menarik dengan keras takdir yang akan terjadi. Tingkat keberhasilannya? Dalam hidupku, sangat tinggi. Di atas 80% impianku terwujud, sisanya harus kubuat impian baru sambil menghibur diri bahwa aku telah salah menetapkan impian, dan Dia yang Maha Kuasa diatas sana seolah menghiburku : “I knew and I heard what you want, but I have something better in mind.”

Ku akan terus bermimpi. Bagaimana denganmu ?





Kemenangan itu direncanakan

15 11 2011

Sea Games ke-26Hingar bingar Sea Games ke-26 di Jakarta Palembang masih aja seru. Meski pesta olahraga ini lokalan aja di Asia Tenggara dan hampir nggak pernah ada pemecahan rekor dunia sepanjang sejarah pelaksanaannya, tetep aja cukup menarik perhatian untuk mencari siapa yang tercepat, terjauh, tertinggi dan terkuat.

Banyak cabang sudah menyelesaikan kompetisinya. Banyak pula kejutan terjadi. Yessy Venisia Yosaputra, mojang priangan, masih berusia 17 tahun, memecahkan rekor Sea Games renang 200m gaya kupu-kupu yang sudah berusia 18 tahun. Lebih tua dari usianya sendiri. Dia adalah satu-satunya perenang putri Indonesia yang memegang rekor Sea Games di 20 gaya yang dilombakan. Mayoritas rekor dikuasai perenang Singapora. Tak berhenti di situ, Yessy bermimpi untuk mencapai rekor dunia.

Franklin Ramses Buruni, putra papua berusia 20 tahun, menjadi manusia tercepat di Asia Tenggara di nomor 100m dengan catatan 10.37 detik dan juga di nomor 200m  dengan catatan 20.97 detik. Masih belum menyamai catatan terbaik Suryo Agung Wibowo yang memilih untuk beribadah haji bersama orang tuanya, namun catatan waktu itu cukup untuk memastikan dua emang dalam genggaman Franklin. Franklin bermimpi untuk mencatatkan waktu dibawah 10 detik untuk 100 meter dan dan dibawah 20 detik untuk 200 meter.

Modo & Modi, Maskot Sea Games 2011Della Olivia, masih duduk di kelas 3 SMA2 Sidoarjo, telah 8 bulan meninggalkan bangku sekolahnya untuk berkonsentrasi di pelatnas sepatu roda. Pengorbanannya tak sia-sia, dia menyumbangkan 2 medali emas dari total 12 emas yang diraih tim sepatu roda Indonesia, sejauh ini merupakan satu-satunya cabang yang melakukan sapu bersih emas. Sekembalinya dari perhelatan Sea Games ini Della bertekad untuk mengejar ketinggalannya di sekolah, karena tahun depan sudah menghadapi Ujian Nasional.

Kejutan yang menyedihkan datang dari cabang bulutangkis putri. Tim putri Indonesia harus mengakui keunggulan Thailand 1-3 di partai puncak. Partai terakhir bahkan tidak perlu dipertandingkan karena tidak diperlukan lagi. Suatu ironi bagi cabang olahraga yang sudah mengantarkan negeri ini ke jajaran peraih medali Olimpiade. Di tingkatan tertinggi olahraga sejagat itu, Indonesia pernah meraih sepasang emas melalui Alan Budikusuma dan Susi Susantidi Olimpiade 1992 di Barcelona. Tahun demi tahun prestasi bulutangkis kita semakin terpuruk. Tak ada lagi cerita kita meraih piala Thomas, Uber, ataupun Sudirman. Kejayaan kita di bulutangkis sudah memudar seiring dengan perjalanan waktu. Bahkan melawan negri yang tak punya tradisi bulutangkispun tim putri kita takluk. Pelatih timnas kita berkilah bahwa kita hanya tidak beruntung.

Apa yang membedakan kemenangan dan kekalahan? Tiga hal saja. Latihan, latihan dan latihan. Seorang Ian Thorpe, perenang Australia yang menggenggam 5 medali emas Olimpiade Athena 2004, tetap berlatih pada saat Natal. Tiger Woods, tetap memukul 500 bola dalam sehari meski dia adalah pegolf terbaik di dunia. Pengorbanan diri untuk berlatih lebih keras, lebih lama, lebih terarah, lebih terprogram, demi meraih prestasi puncak, menjadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan. Kemenangan itu direncanakan, bukan sekedar keberuntungan.





101 Impian

27 12 2010

Terinspirasi buku chicken soup for soul-nya Jack Canfield, saya coba untuk menuliskan apa yang saya inginkan dalam hidup ini secara spesifik. Teorinya, kita harus tau pasti apa yang kita inginkan. Artinya kita tulis secara spesifik, bukan sesuatu yang terlalu normatif alias ngambang. Misalnya, “pingin punya uang lebih”, itu nggak spesifik. Ntar dikasih orang Rp.20 ribu, itu udah lebih dari yang dipunya sekarang. Siapa yg ngerasa cukup dg Rp.20 ribu? Jadi yang betul, “Pingin punya uang Rp. 20 Juta”, ato malah Rp. 20 Milyar sekalian. Gayus aja bisa.

Bermimpi - creandivity.wordpress.com

Ini agak beda dengan BHAG. Lihat sedikit coretan tentang BHAG. Dengan basis 10-30 tahun untuk mewujudkan BHAG, sepertinya 101 Dreams ini seharusnya sesuatu yg lebih simple dan mungkin kita wujudkan dalam waktu dekat. Gak tau juga sih, mungkin aja list 101 ini akan beririsan dengan BHAG. Most likely, BHAG adalah subset dari 101 dreams ini.

Saya mulai saja list yang bikin keringetan nulisnya ini. Belum lagi mewujudkannya, mungkin keluar keringat darah. wkwkwkw . Inilah 101 impian saya. Kalo belum sampe 101, berarti lagi habis ide. Urutan gak penting  :

  1. Berat badan 63 kg.
  2. Punya anak laki-laki yang jagoan bola.
  3. Pergi wisata ke Paris.
  4. Punya bisnis kos-kosan.
  5. Punya tanah 2000 m2 untuk bisnis lapang futsal.
  6. Punya mobil 7 seater, Honda Freed.
  7. Bermain salju di Swiss.
  8. Dapat gelar Doktor di bidang IT Business.
  9. Snorkeling di Bunaken.
  10. Naik pangkat jadi senior manager.
  11. Punya 2 sertifikasi IT internasional.
  12. Pergi haji bareng bapak-ibu.
  13. Punya sepeda 5 sepeda MTB untuk gowes bareng sekeluarga.
  14. Ketiga anakku sekolah di SMP-SMU-Universitas Negeri cluster 1.
  15. Business online berjalan lancar didukung angel investor.
  16. Punya rumah kos dengan 20 kamar.
  17. Bapak-Ibu sehat selalu dan menjalani hari tua mereka dengan riang gembira.
  18. Semua saudaraku hidup berkecukupan dan rukun saling mengasihi. (Gak bisa lebih spesifik, sorry).
  19. Nonton final piala dunia langsung di stadionnya (BHAG).
  20. Hafal Al-Qur’an (BHAG).
  21. Bisa 7 bahasa dunia : Inggris-Arab-Spanyol-Prancis-Rusia-China-Jepang (BHAG).
  22. Umroh sekeluarga terus tour eropa (BHAG).
  23. Menulis satu buku setahun. Buku pertama terbit 2011.
  24. Punya bisnis franchise pendidikan, Kumon.
  25. Punya BB yang dual mode on GSM-CDMA + TV (Semoga RIM mau bikin).
  26. Punya iPad.
  27. Punya koleksi 15 parfum.
  28. Punya jersey Timnas Garuda original home & away.
  29. Wallpaper biru terpasang di kamar.
  30. Membelikan seperangkat perhiasan berlian 5 karat buat Halfi.
  31. Setiap hari bisa terbangun jam 2 pagi. Berdoa, dan beraktivitas produktif.
  32. Jalan di kota Bandung dan Cimahi ditumbuhi pohon berbuah.
  33. Timnas Garuda masuk piala dunia 2022.
  34. Rumput di lapang ITB tumbuh subur merata, gak gundul di tengah.
  35. Punya meja bilyar sendiri.
  36. Jam tanganku diganti Nautica model terbaru.
  37. Ketua umum PSSI bukan mantan pejabat ataupun penjahat, dan sukses membawa Timnas Juara Piala Asia.
  38. Punya perpustakaan pribadi.
  39. Gak males beribadah wajib. Rajin ibadah sunah.
  40. Bisa puasa sehari tiap bulan.
  41. Gak ngalamin lagi blue screen of death.
  42. Fia & Alif jadi jagoan softball.
  43. Pohon duren di depan rumah dan di halaman dalam tumbuh cepat dan berbuah 10 biji tahun 2015.
  44. Ada kolam air mancur di taman dalam rumah.
  45. Wi-fi gratis untuk untuk remaja mesjid aktif Maret 2011
  46. Tak pernah lagi ada bakteri TBC di rumah.
  47. Renovasi ruang praktek dr. Halfi Farmasari SpKFR selesai Juni 2011.
  48. Presiden 2014 membawa Indonesia jadi negara maju.
  49. Seluruh keluargaku terlindungi dari kerusakan moral.
  50. Tak pernah ada orang jahat mendekati rumahku.
  51. Najwa tidur sendiri di kamarnya.
  52. Asisten rumah betahan.
  53. Punya SLR.
  54. Liburan sekeluarga minimal setaun 2 kali.
  55. Bangka&Belitung Adventure dengan keluarga besar.
  56. Ke danau Toba sekeluarga plus bapak-ibu.
  57. Punya TV




Hukum Citra

20 12 2010

Original Text : The Maxwell Daily Reader – John C Maxwell – 20 Desember

Hukum Citra

sumber : ysutarso.wordpress.com

Sebagai pegawai yang sepanjang karir belum pernah punya anak buah, maka berusaha mencoba berbagi pengalaman sebagai leader adalah kekonyolan. Meskipun assessment center menyatakan bahwa dari berbagai hasil pengujian psikologis dan teknik-teknik manajemen, nggak ada masalah dengan leadership saya :). positining yang lebih pas adalah sebagai follower yang melihat apa yang dilakukan para leader. Leadership experience saya paling sebagai bapak 3 anak dan manajer sekaligus kapten tim futsal 😀

Ketidakpastian membesar dan membuat kacau sebagian besar orang, terlebih pada masa sulit. Citra hidup yang mereka lihat di dalam diri para pemimpin mereka akan meghasilkan energi, gairah dan motivasi untuk bergerak maju. Untuk menjadi teladan :

  1. Para pengikut selalu melihat apa yang anda lakukan. Anak melihat orang tua, pekerja melihat atasan mereka. Orang mengerjakan apa yang dilihatnya. Saya pernah punya atasan yang gak ada yg ngalahin urusan jam kerja.  Saya datang, dia udah di kantor. Saya pulang, dia masih di kantor. Kemungkinannya, si bos nggak pernah pulang? ato si bos ada masalah di rumah? Kalo ada gempa di kantor jam 8 malem, dialah satu2nya korban. Pastinya, saya jadi malu kalo telat ngantor, atau tenggo (teng n go home).
  2. Lebih mudah mengajar apa yang benar daripada melakukan apa yang benar. Tidak ada yg lebih meyakinkan selain orang yang memberi nasihat baik dan menunjukkan contoh yang baik. Sebagai manusia, tak pernah mudah kita menghafalkan sesuatu secara letter lek, kecuali punya kemampuan photographic, mengingat sesuatu apa adanya. Nah, sadar dengan keterbatasan ini, saya mencoba sholat hifdhzi, 4 rokaat, dg rokaat 1-4 masing2 membaca surat Yaasin (83 ayat), surat Sajadah (30 ayat), surat Dukhon (59 ayat), dan surat Mulk (30 ayat). Di sholat yang ke-7, ke-4 surat itu sudah hafal dalam ingatan. Menceritakan ini kepada orang lain jauh lebih mudah, karena saya sudah mengalami sendiri. Sekarang anak istri saya pun melakukan ini.
  3. Kita harus berusaha mengubah diri sendiri sebelum mencoba meningkatkan orang lain. Bahaya besar mencapai kepemimpinan yang baik adalah godaan untuk mencoba mengubah orang lain sebelum mengubah diri sendiri. Kebetulan tak ada pembantu permanen di rumah. Membereskan tempat tidur adalah pilihan terbaik kalo ingin merasa nyaman di kamar saat akan tidur nanti malam. Dengan melakukan ini, saya menjadi cukup pede untuk meminta anak2 membereskan tempat tidur mereka masing-masing.
  4. Pemberian paling berharga yang dapat diberikan seorang pemimpin adalah menjadi teladan yang baik. Bagaimana seseorang menangkap kepemimpinan? Dengan melihat pemimpin-pemimpin baik yang sedang beraksi. Dalam pertandingan futsal antar Direktorat, saya harus melakukan balancing antara keinginan menang dan memainkan seluruh pemain. Rotasi adalah kunci, dan kontribusi setiap pemain menentukan kalah menang. Pesan saya sederhana, berikan kemampuan terbaik saat masuk medan laga, karena tak lama akan dipanggil untuk rotasi. Itupun berlaku untuk saya sebagai manager sekaligus kapten. Setelah merasa berat berlari di arena futsal berjaring tanpa out ini, maka saya pun berjalan keluar untuk rotasi. Tak peduli berapapun jagonya pemain saya, mereka nurut aja, karena melihat saya menerapkan aturan secara konsisten.




my BHAG

7 09 2010

Seperti yang ditulis Celestin dalam Perbaikan Diri no. 17, menulis Big Hairy Audacious Goal dapat membantu kita mengembangkan diri melebihi kapasitas normal. Pastinya BHAG adalah sesuatu yang reachable, yang mungkin dicapai. Bukan impian kosong yang tidak mungkin terjadi, misalnya, di usia saya yg menjelang 38,  saya pingin jadi pemain bola di British Premier League – Manchester United. Gimana caranya?

BHAG saya sih kayak gini nih :

  1. Hafal Al-Qur’an.
  2. Jadi jagoan menggambar kartun dan membuat animasi.
  3. Jadi penulis yang produktif.
  4. Bisa berkomunikasi dengan 7 bahasa dunia
  5. Punya bisnis online yang bisa cetak duit sendiri tanpa mengurangi waktu dengan keluarga.
  6. Pergi haji & umroh sekeluarga, lanjut tour ke eropa.
  7. Menonton final piala dunia langsung di stadionnya.

 

Notes on December 27, 2010 (V1.1): OMG, ini bener2 BHAG. baca lagi dengan serem.  Kata James Collins dan Jerry Poras, perlu 10-30 tahun untuk mewujudkan envisioned future. Di usia yang menjelang kepala 4, antara mewujudkannya BHAG dan menguburnya bersama jasadku adalah suatu balap lari yang tak jelas siapa yang menang.