The ultimate timing

27 09 2010

timing masuk lambung -> lokasi & waktu : warung bu gitu, hari ini.

Lotek - Asli Indonesia (inastya.wordpress.com)

Lunch time. ngajak temen ke warung bu ratih (rambut putih), ternyata doi musti pulang nengok renovasi rumahnya yg udah setaun lebih kayaknya  gak kelar-kelar. buset dah, mo bikin istana kali. terpaksa switch plan ke warung bu gito. pesen lotek, tanpa lontong, niat mo pake nasi aja. ambil nasi, tempe goreng, plus daging empal, dan jus jambu. kayak yg kalap nih pesen makannya.

Setelah duduk 2 menit, loteknya gak dateng juga. para naga sudah mengamuk di lambung. jadilah mulai mengunyah nasi dengan tempe goreng dan empal. sambil berharap loteknya cepat datang. jadi keinget sama mr. bean.

minum kopi secara parsial, ngunyah bubuk kopi dulu, terus gula, minum, dan goyang2 perut. emang sih pada akhirnya semua di dalam lambung akan berakhir sama, tapi proses masuk dengan timing yang tepat adalah suatu kenikmatan tersendiri. dan timing yang salah bisa membuat kita dikira orang sinting.

timing download file -> lokasi & waktu : internet, hari ini

Minal aidzin wal faidzin. minta akses ke executive briefing dong. dst. emaildari teman masuk minta akses ke referensi online. wah, gawat. kalo sharing password dan ketauan sama pemilik situs, bisa kena kartu kuning lagi. terus aja ditawarin ke temen tadi, boleh download sendiri, tapi kalo mau login notify dulu biar nggak login bareng. it’s just about timing. akhirnya doi nyerah dan minta tolong di-download-in file2 spesifik.

ok deh, jadi tambahan kerjaan mbantu temen cari file yg diminta. for the sake of networking. musti ikhlas dikerjain. suatu saat juga kita pasti butuh bantuan orang lain.

time to shoot -> lokasi & waktu : lapang sabuga ITB, sabtu yll.

Menunggu saat yg tepat utk shoot... (avidsoccer.com)

Setelah libur beberapa minggu karena puasa, latihan resmi sepakbola dengan temen2 kantor dimulai lagi sabtu yang lalu. diawali dengan narsis time berfoto dengan kostum baru (pastinya terus upload di facebook. waks…),

Latihan pun dimulai dengan penuh semangat. timing dalam sepakbola adalah sangat kritikal. off-side, misalnya, faktor kuncinya adalah timing. sekali saya diputus off-side oleh wasit, meski saya merasa tidak. dan karena keputusan wasit tidak dapat digugat di mahkamah konstitusi, protes pun percuma.

Di salah satu kesempatan, umpang matang dari bang ruben sudah mengarah tepat ke atas kepala saya. sambil meloncat saya melakukan sundulan (heading). ada yg salah dengan timing memutar kepala saat heading ini. alih2 bola mengarah ke gawang, malah kembali lagi ke bang ruben. waks…. Kesempatan lain, umpan sepak pojok tomas disundul bek lawan, mengarah tepat ke arah saya. hanya mengandalkan feeling, saya mengayunkan kaki kanan sekerasnya ke arah bola yang baru memantul sedikit dari tanah. timing mengayunkan kakinya sangat tepat. bola meluncur sangat deras melewati sekumpulan pemain lawan & kiper. bersarang dengan manis di pojok kiri gawang. goal of the match !

time to protect -> lokasi & waktu : my desk, hari ini

sedia payung sebelum hujan (trexglobal.com)

Setelah berhitung dengan excel, terlihat bahwa investasi melalui tabungan investa cendekia berbasis syariah saya memberikan return 9.34% dalam 65 bulan. artinya rata-rata 1.75% setahun. Sementara tabungan berencana syariah memberikan return 2.14% per tahun. sama sama nggak menarik sih. Berusaha konsisten dengan prinsip menyimpan telur dengan hati-hati dan terencana, maka sy mulai mengubah pola investasi saya. 3 tabungan investa cendekia untuk pendidikan anak sy akan dikonversi menjadi asuransi syariah murni dengan premi Rp. 7 juta pertahun dan uang pertanggungan Rp. 500 juta. Selebihnya dikonversi menjadi investasi syariah dengan investasi tunggal Rp 24 juta syariah equity fund dengan ‘prediksi’ return 5-15% pertahun.

the ultimate timing -> lokasi & waktu : mesjid, hari minggu kemarin

Pesan inti penceramah adalah soal falsafah kehidupan. kehidupan dunia
adalah hal yang pasti kita ditinggalkan, dan kehidupan akhirat adalah hal yang pasti kita datangi. tausiyah dibawakan secara kocak, tanpa terasa menyerempet banyak hal, mulai dari membina anak, menghizibkan baca Al-Qur’an, keharmonisan dalam rumah tangga, semangat mencari ilmu, konsistensi pengamalan, poligami. prinsipnya, memanfaatkan timing hidup di dunia secara maksimal sebagai bekal untuk kehidupan di akhirat kelak.





Ayo simpan telur di beberapa keranjang

16 09 2010

Kemerdekaan finansial adalah impian setiap orang yang hidup di muka bumi ini. Siapa yang tak ingin bisa ongkang-ongkang kaki, jalan-jalan ke sana kemari menikmati keindahan alam ciptaan Ilahi, mencicipi kuliner yang menggugah selera, atau sekedar bersilaturahmi menengok sanak famili? Tepat melewati usia 38 tahun, semakin kuat keinginan dalam diri saya untuk mencapai kemerdekaan finansial ini.

Kapan merdeka secara finansial ? (www.contencashsecrets.com)

Banyak ilmu dan tips yang bisa dipelajari dari para pakar perencana keuangan. Kunjungi perencana keuangan bila sempat. Trio Safir Senduk, Ahmad Gozali dan Eko Indarto membagi ilmu mereka secara gratis di sana. Bagus juga kunjungi QM Financial yang diasuh Ligwina Hananto. Mbak Ollie sudah membantu dengan menuliskan ringkasan financial planning di blognya.

Pada dasarnya investasi adalah upaya untuk meningkatkan nilai atau jumlah aset kekayaan. Prinsip dasar untuk investasi adalah tidak menyimpan telur kita di dalam satu keranjang. Dengan melakukan diversifikasi, berarti kita meminimalisir resiko yang disebabkan oleh gagalnya satu jenis investasi. Ada baragam pilihan investasi, dan umumnya dapat dibagi untuk tujuan jangka pendek (tabungan, deposito, properti) atau jangka panjang (reksadana, saham, emas). Pembagiannya tidak kaku juga, terkadang investasi jangka panjang bisa jadi investasi jangka pendek, demikian pula sebaliknya.

Sampai saat ini saya baru berinvestasi dalam bentuk tabungan dan properti. Tabungan investa cendekia bagi masing-masing buah hati, tabungan berencana untuk istri tercinta, dan sebuah properti yang sudah menghasilkan uang sewa sebagai tambahan income. Untuk yang tabungan pendidikan maupun berencana, sudah tercover juga asuransi jiwa / takaful, karena saya menyimpannya di bank syariah. Dari yang saya rasakan, nilai aset maupun income yang didapatkan dari properti jauh lebih baik dari tabungan. Namun paling tidak, saya mendapatkan proteksi takaful dari tabungan-tabungan itu. Rumah dengan luas tanah 154m persegi yang saya beli di tahun 2001 seharga Rp 55 Jt, nilainya saat ini mencapai Rp.250Jt. Plus masih ditambah nilai sewa karena rumah itu dikontrakkan.

Investasi properti saya, lebih menarik dari tabungan

Saat ini saya sedang belajar untuk menambah keranjang investasi saya, yaitu ke dalam bentuk reksadana dan emas. Ternyata harga emas selalu diatas inflasi, sesuatu yang selalu menggerogoti nilai uang kertas. Sayangnya, transaksi emas sepertinya baru mudah dilakukan di kota Jakarta dan Surabaya, khusunya bila kita ingin mendapatkannya dari Logam Mulia, anak usaha dari PT. Aneka Tambang. Lagipula, harganya yang relatif tinggi (saat menulis ini, Rp.370rb /gram), perlu dana tunai yang relatif cukup besar untuk membelinya. Saatnya bagi saya menabung untuk beli emas !

Pergerakan harga emas (www.kitco.com)

Selain itu, saya juga tertarik dengan reksadana. Pernah ada teman sekantor yang mengeluh karena nilai reksadananya turun. Tapi menurut para pakar perencana keuangan itu, karena reksadana secara prinsip adalah investasi jangka panjang, dalam jangka pendek bisa saja terjadi penurunan nilai investasi, khususnya bila investasi dalam bentuk saham dan indeks harga saham gabungan sedang jeblok, atau manajer investasi memilih saham yang kinerjanya buruk. Namun demikian, dalam jangka panjang, reksadana tetaplah menjanjikan tingkat keuntungan diatas tabungan maupun deposito. Saat ini saya mulai memproses konversi tabungan berencana saya menjadi reksadana.

Kinerja riil attractive money syariah (www.axa.co.id)

Sepertinya kunci pembukanya adalah perencanaan. Ligwina sharing bahwa keluarganya punya perencanaan untuk Dana Darurat yang targetnya adalah 12x pengeluaran bulanan. Lalu masih ada pos untuk Dana Pendidikan, Dana Pensiun, Dana Menikahkan anak, Dana Rumah Baru, Dana Haji, Dana Liburan. Whew….masih harus banyak belajar nih untuk mengelola keuangan dengan benar.





Model Bisnis

24 02 2010

Seringkali kata model bisnis (business model) terucap dalam percakapan bisnis maupun rapat formal. Apakah kita punya persepsi yang sama tentang model bisnis? seperti apa sih sebenarnya model bisnis itu?

Riset ekstensif telah dilakukan oleh teman facebook saya, Alexander Osterwalder, seorang dosen di University of  Lausanne, Swiss. Alex telah melakukan kajiah puluhan literatur model bisnis, dan tesis doktornya menghasilkan satu generic model business yang juga di-referensi oleh Telco 2.0, suatu institusi UK-based yang berfokus pada industri telekomunikasi dan adjacents-nya. Thanks to the web, kita tidak perlu ke swiss untuk mendapat copy thesis doctor-nya Alex. Cukup tanya eyang Google aja untuk tau di mana download pdf-nya.

Model bisnis generik yang dikembangkan Alex saya pikir adalah yang terbaik yang pernah saya temui. Model bisnis ini terdiri dari 3 bagian utama: sisi supply, value proposition, dan sisi demand. Uraian singkatnya adalah sebagai berikut :

a. Sisi Supply
Ada 4 komponen di sisi Supply, yaitu :
1. Partnership : komponen ini menjelaskan dengan siapa saja (dan dalam hal apa) partnership perlu dilakukan. Adalah sangat muskil suatu bisnis dapat menyediakan seluruh resource yang dibutuhkan secara end-to-end untuk menciptakan produk atau layanan. Dengan komunikasi verbal dan online yang semakin murah sekarang, partnership, bahkan secara global, adalah suatu keniscayaan yang dapat dilakukan untuk bisnis apapun.
2. Capabilities : komponen ini menjelaskan kemampuan internal apa yang harus dibangun oleh suatu institusi bisnis. Seringkali capabilities ini adalah competitive advantage yang membuat suatu model bisnis menjadi sangat unik dan sulit ditiru.
3. Value Configuration / Supply Chain : komponen ini adalah kombinasi antara kapabilitas yang diperoleh dari partnership dengan capabilities yang merupakan kemampuan internal organisasi. Komponen ini sering disebut sebagai value chain.
4. Cost : komponen ini adalah akumulasi dari seluruh biaya-biaya yang timbul dari komponen 1-3 sisi supply. Komponen ini mensyaratkan telah dilakukan aktivitas cost efficiency yang memadai di seluruh aktivitas yang dilakukan di komponen 1-3 sisi supply.

b. Value Proposition
Komponen tunggal Value Proposition adalah bagian terpenting dalam suatu model bisnis. Komponen ini menguraikan produk atau jasa yang ditawarkan kepada pelanggan. Value proposition dihasilkan dari value chain di sisi supply. Kejelian dan keunikan dalam memformalisasikan value proposition adalah kunci untuk memenangkan persaingan. Value adalah hal yang paling dicari oleh pelanggan. Produk dan jasa yang memiliki value tertinggi di mata pelanggan, punya peluang terbesar untuk menjadi pemimpin pasar.

c. Sisi Demand
Ada 4 komponen di sisi Demand, yaitu :
1. Distribution Channel : jangkauan distribusi perlu dipertimbangkan dengan masak sebelum suatu layanan barang atau jasa diluncurkan. Produk yang bagus namun sulit didapat, hanyalah berakhir pada kesia-siaan dan hilangnya peluang untuk memperoleh pendapatan. Di era internet sekarang ini, jangan lupa untuk mempertimbangkan distribusi secara online, sebagai toko yang selalu buka 24 jam dan dapat melayani pengunjung dari seluruh jagat raya.
2. Customer Relationship Management : manjakan pelanggan kita, maka kita akan mendapatkan loyalitas dari mereka. customer is god. pelanggan adalah dewa. never say never. jangan pernah katakan tidak pada pelanggan. Dengan teknologi informasi yang semakin canggih, interaksi dengan pelanggan dapat selalu dicatat untuk kemudian dilakukan analisis (data mining) yang memungkinkan kita melakukan cross sell – up sell.
3. Customer Segmentation : seringkali kita harus melakukan kajian yang amat kritis kepada segmen mana suatu produk atau jasa kita tawarkan. Di era long tail yang didorong oleh pesatnya perkembangan internet dan bisnis online, maka segementasi menjadi semakin dan segmentasi menjadi hal yang sangat sulit dilakukan. Sudah amat sulit mencari mass market, yang lebih mungkin terjadi adalah mass of niche market, yang sering dikenal dengan istilah long tail.
4. Revenue : ujung-ujungnya duit. Suatu bisnis diciptakan untuk menghasilkan uang. Revenue dihasilkan dari kombinasi komponen 1-3 sisi demand. Oleh karena itu konfigurasi sisi demand harus selalu ditinjau ulang untuk mendapatkan benefit yang terbesar dari keseluruhan aktivitas penjualan.

Success or failure? Sederhana saja, Revenue – Cost. Bila Margin yang didapat sudah above average return atau diatas rata-rata industri, kita bisa mengambil nafas lega sesaat. Selanjutya, buka mata dan telinga, karena kompetitor setiap saat selalu berupaya melibas kita.