A B C D

21 02 2012

“Most successful men have not achieved their distinction by having some new talent or opportunity presented to them. They have developed the opportunity that was at hand.” Bruce Barton

Pagi ini ada email yang bikin kaget. Kirain spam, setelah googling sejenak,  ternyata sepertinya email ini serius…

##################

from:  xxxxxxxxxx
to: xxxxxxxxxxx
bcc:  rizalxxxxxxx
date:  Tue, Feb 21, 2012 at 12:44 AM
subject:  Director, IT Planning and Solution- Roshan Telecom

Greetings!!
With regards to your profile on linkedin, request you to go through the JD given below.

ABOUT THE COMPANY:-
Roshan is the leading GSM mobile provider and largest telecom operator in Afghanistan with the largest and most advanced network serving more than 3.7 million customers.  In January 2003, Telecom Development Company (TDCA) was issued the second GSM license for Afghanistan.  TDCA trades under the name of Roshan.  “Roshan” means “light” in Dari and Pashto, the two most widely spoken languages in the country. For the people of Afghanistan, Roshan brings a promise of trust, friendship, cooperation and hope for the future necessary in bringing the country out of a troubled past into a bright future. Roshan is the largest private employer in Afghanistan.

Job Description:
Department: Information Technology

Job Location : Kabul
Job Title: Director, IT Planning and Solution
Reports To: Chief Technology Officer
Job Purpose: Meet the business objectives of the organization through streamlined IT operation. The Director, IT Planning and Solution will plan, coordinate, direct and design IT-related activities of the organization, as well as provide administrative direction and support for daily operational departments to identify, recommend, develop, implement and support cost-effective technology solutions and tools for all aspects of the organization. The Director, IT Planning and Solution will also define and implement IT policies, procedures and best practices.

dst… (Responsibility, Qualification, Competence, Renumeration)

######################

whiiiiw…. emang sih ini bukan kali pertama ada email nawarin suatu posisi berdasarkan profil di jejaring sosial LinkedIn-ku. Tapi yang sebelumnya sih paling top nawarin posisi manager di suatu perusahaan multinasional untuk tingkat Asia Pasifik. Nah yang ini, nawarin posisi Direktur IT Planning & Solution, di suatu telco (telecommunication operator). Terlepas bahwa posisi ini lokasinya di Kabul, Afghanistan, negri yang tercabik oleh perang yang berkepanjangan.  Pastinya, perlu nyali sekuat baja untuk apply ke posisi ini.

Ada tiga jejaring sosial yang aktif kuikuti saat ini, yaitu twitter, facebook dan LinkedIn. LinkedIn apaan sih? LinkedIn adalah situs web jaringan sosial yang berorientasi bisnis, terutama digunakan untuk jaringan profesional. Oh ya, LinkedIn ini listing di New York Stock Exchange loh. Disitu kita bisa posting curriculum vitae kita, pendidikan, pengalaman kerja, kompetensi, juga pengalaman organisasi. Posting di LinkedIn ini cenderung ‘jaim’ memang. Beda dengan twitter dimana kita bisa berkicau seenak hati sepanjang tak lebih dari 140 karakter, ataupun facebook yang bisa narsis dengan background menara Eiffel, patung Liberty, menara Pisa atau lonceng Big Ben.

Seringkali ada email notifikasi update dari LinkedIn bahwa seorang kenalan profesional network telah berganti job title atau malah telah pindah perusahaan. Indikasi ini nunjukin bahwa member LinkedIn cukup aktif memelihara kemutakhiran profilnya. Oh iya, baru beberapa hari yang lalu ada informasi bahwa member LinkedIn di Indonesia tembus angka 1 juta dan secara global, 150 juta. So pasti headhunter yang kirim email tadi pasti telah melakukan filtering untuk dapat long-list email broadcast calon kandidat Direktur IT sebelum seleksi administratif menjadi short-list.

Satu hal yang pasti, ” I Pass” this offering. Nyaliku tak sekuat gatotkaca untuk berada di Kabul. Meski dalam hal kompetensi, skill dan knowledge kurasa cukup memadai untuk ikut berkompetisi. Ada dua sertifikasi internasional atas kompetensiku yang tersimpan rapi dalam laciku. Dan posisiku yang setingkat senior manager juga menjadi salah satu prasyarat kandidat Direktur IT Planning & Solution itu. Satu hal lagi, masih ada ikatan dinas tiga tahun lagi yang harus kujalani setelah Perusahaan membiayaiku kuliah S2. Hal terakhir dan terpenting, berada di tengah keluargaku sekaligus mengunjungi ayah-ibuku seminggu sekali adalah prioritas tertinggiku.

Destiny - chestofbooks.com

Nah, terlepas bahwa invitation to compete tadi kulewatkan begitu saja, dalam hal seseorang bisa menempati suatu jenjang posisi tertentu dalam karirnya, ada kaidah yang kuyakini berdasarkan pengalamanku sendiri. Kaidah ini sebut aja ABCD, terdiri dari Attitude, Brain, Chance, Destiny. Dan berada di Kabul sebagai Direktur IT Planning & Solution perusahaan telekomunikasi terbesar Afghanistan tak masuk dalam mimpiku, ataupun ABCD-ku. ABC saja mungkin iya, tapi hati kecilku menolak untuk menarik D melengkapi ABC tadi. Dan tanpa lengkapnya ABCD, berdasarkan pengalamanku sendiri, mustahil suatu posisi dalam karir dapat diperoleh.

Bagaimana menurutmu?


Aksi

Information

77 responses

21 02 2012
hazimahmadi

Great, Rizale!
I know some people of Roshan I met at any conference. Tapi memang lokasi kudu jadi masuk pertimbangan juga. Teman yang ada di Qatar, merasa kerja di “sana” kelemahannya adalah living cost yang tinggi.

21 02 2012
rizalean

he3x. iya kang. so much to consider.
di Qatar living cost tinggi, meski sptnya menarik karena deket ke tanah suci🙂

di kabul, yg dikuatirin selain living cost, juga security ya. taliban vs gov + NATO. gak jelas betul mana yang benar mana yang salah. gak kebayang deh kerja di environment kayak gitu. Jadi inget waktu Pemilu 2004, outsource kita narik kabel di aceh, tewas ditembak GAM. lemes deh kalo ngiget itu.

21 02 2012
viezme

Wow, menarik Pak..
jadi penasaran, A B C D itu kalo dijabarkan lebih dalam,
gimana Pak?
bikin posting baru aja Pak,hehhe..
lumayan sbg nasehat karir buat para pemuda pemudi ^_^v

21 02 2012
rizalean

tadinya mau diterusin njabarin ABCD-nya V… udah disiapin materinya.
terus diitung2 paragrafnya udah banyak… kasian yg baca😀
setuju. ntar buat posting baru yg to the point ABCD.

22 02 2012
viezme

Siap!!
ditunggu Mister…😀

27 02 2012
Agam TrueBlue

ane jg suka dapet email ky beginian, tp ane apus2in aja:mrgreen:

27 02 2012
rizalean

bener juga sih bro. ignorance adalah hal yang paling pertama muncul di pikiranku. dan that’s exactly what my action was…😀

but, what if it is a true opportunity? kadang hal yang kita sesali adalah bukan karena kita telah melakukan sesuatu dan gagal, tapi, justru karena kita memilih untuk tidak melalukan sesuatu. we always free to choose, but we are locked to what we’ve chosen.

27 02 2012
Evi

Menurut saya, penawaran seperti itu emang di skip saja Pak..Sudah di Kabul, mesti ninggalin orang tua pula..Apa lagi kalau posisi disini juga punya kewajiban, lengkap sudah alasannya untuk menolak🙂

27 02 2012
rizalean

got your point Evi. that easy to find excuses yah…😀

27 02 2012
mama-nya Kinan

Waduh, di kabul?? afganistan??
akhirnya gimana neh pak..diambil apa nggak tuh kesempatannya🙂

27 02 2012
rizalean

nggak diambil kesempatan berkompetisi dalam seleksinya mbak. takut diterima…😀

27 02 2012
mama-nya Kinan

hehehehehe…
bisa ditebak🙂 ngeri yah pak…..taruhannya nyawa tuh…saat bekerja🙂 *walaupun hidup mati itu taqdir allah swt, nggak ke kabul-pun kalo emang sudah saatnya yah kita ngak bisa apa apa ..iya kan🙂

29 02 2012
citalentera

alasannya unik Pak 🙂

*ikut nimbrung😀

29 02 2012
rizalean

alasan ngasal seperti itu di satu sisi bisa juga dilihat arogan ya? emangnya gampang bersaing dalam seleksi jadi Direktur? pastinya seleksi-nya menyeramkan ketatnya. dan emang bener sih, kalo kepilih, repot urusannya, berasa harus cepet booking tanah kuburan di kampung halaman🙂

27 02 2012
Ely Meyer

aku malah baru tahu ttg LinkedIn dari postingan ini🙂

tentunya setiap orang tahu pilihan mana yg terbaik buat dirinya bukan🙂

27 02 2012
rizalean

baru tau tentang LinkedIn? nggak apa2 kok. itu cuma berarti satu hal, mbak Ely belum termasuk 150jt orang yg di-klaim udah join LinkedIn.🙂

setiap orang tau pilihat terbaik buat dirinya? another problem nih. nggak selalu kutau apa yg terbaik untuk diriku. kadang kuperlu istikhoroh dulu untuk minta dipilihkan oleh-Nya. tapi dalam hal offering di Kabul ini, seperti postingan Evi, so easy to find excuses, so I won’t give it a try🙂

27 02 2012
Ely Meyer

kalau aku biasa berdialog vertikal di sepertiga akhir malam, andai bingung dgn pilihan, kadang kata hati saja nggak cukup, aku hidup horisontal dgn yg lain di dunia ini, hanya bisa menebak nebak, yg tahu pasti pilihan terbaik ya cuma yg di atas, jadi memang hrs tanya kalau mau tahu pasti jawabannya, dan sudah kubuktikan itu🙂

28 02 2012
rizalean

nah kalo udah di level sepertiga malam yang akhir, takluk deh. sebagai pemalas orang yang susah bangun, alarm jam 3 pagi cuman dimatiin terus bobo lagi, kecuali pas lagi ada kebutuhan ekstra penting, hal ihwal kegentingan yang memaksa, baru deh ambil air wudlu. I should do better on this. thanks for reminding ya mbak-e.

29 02 2012
Ely Meyer

aku biasa pasang dua alarm, satu di kamar yg bunyinya pelan, kalau yg ini masih ngak mempan buat aku bangkit dr tempat tidur, maka alarm yg satunya lagi yg kupasang di kamar mandi 5 menit kemudian akan berbunyi keras sekali, mau tak mau aku hrs berlari ke kamar mandi kalau tidak tetanggaku akan protes😀 , cara ini bener bener ampuh setidaknya buat aku agar rutin berdialog vertikal di akhir sepertiga malam🙂

sama sama, terima kasih juga ya🙂

29 02 2012
rizalean

bener juga. kupasang juga dua alarm. dua2nya di tempat tidur dg waktu yg berbeda. dan selalu saja keduanya sukses kutewaskan. tadi malam pun begitu. ini kayaknya masalah niat deh mbak. pernah jg nggak pake alarm sama sekali, tapi niat banget untuk bangun sepertiga malam, dan beneran deh bisa bangun dan bermunajat. kali kalo yg satu alarm ditaro di kolong tempat tidur bagus ya, jg musti bersusah payah dulu menewaskannya. to achieve the same objective as yours, mbak. thanks for sharing anyway.🙂

13 03 2012
Arumsekartaji

Sekedar ikut nimbrung, dengan cara melatih self hipnosis setiap orang bisa melakukan saat ingin tidur di malam hari. Untuk kasus bangun di sepertiga malam…biasanya saya juga pasang alarm yang diset jam berapa ingin dibangunkan.
Self hipnosis mengarahkan alam bawah sadar kita agar affirmasi plus doa yang kita panjatkan menjelang tidur malam, bisa ditangkap lalu di-play-back-kan tepat waktu sesuai dengan affirmasi yang diucapkan.
Akan tetapi dari pengalaman selama ini, sebelum alarm yang dipasang berbunyi….kita telah bangun lebih cepat dari bunyi alarm itu. Artinya kejadian ini terjadi otomatis tanpa pasangan kita ikut membangunkan.
Apa yang kita pikirkan akan terjadi lewat praktek self hipnosis. Salam….

28 02 2012
Allisa Yustica Krones

Walo menjanjikan, tapi kalo tempatnya mesti di daerah konflik dan harus sedemikian jauh dari keluarga, keknya mending di-skip aja kali’ yah. Kalo buat saya, apa artinya bekerja tanpa kenyamanan🙂

28 02 2012
rizalean

setuju kak. ibuku yg boru regar itu pasti nangis darah kalo kupergi ke Kabul…🙂

28 02 2012
Aulia

wah memang LinkedIn terus melakukan terobosan untuk pengguna😀

29 02 2012
rizalean

secara fungsional situs, betul sekali bro, udah banyak perubahan sejak pertama kali ku-join LinkedIn. lebih user friendly, lebih smart untuk propose new connection. mobile version-nya jg simple dan easy to use.

tapi dalam hal posting ini, LinkedIn tak lebih dari marketplace yang mempertemukan headhunters dengan talents yang relevan untuk menjadi kandidat pengisian suatu formasi yang spesifik.🙂

29 02 2012
Chita

Hmm, jadi inget dengan akunku di LinkedIn, setelah lulus kuliah dan sempat bekerja di beberapa tempat LinkedIn-ku malah lebih seperti tempat reuni dengan mantan bos atau mantan professor.🙂

Mudah-mudahan lain kali tawaran kerja yang datang bukan dari negara yang membuat orang berpikir dua kali untuk datang ke sana.🙂

29 02 2012
rizalean

emang sih mbak, dulu pertama kali ku-join LinkedIn jg nggak tau buat apa. purely iseng.
buat gaya-gayaan punya banyak connection. dan happy bangat kalo invitation to connect ke orang-orang top di accept. but that’s all. situs ini meski nyediain media interaksi, hampir nggak pernah ku pake.
so buat seneng-senengan aja punya banyak connection, meski nggak terlalu manfaat juga, karena banyak sekali connection yg just connected, tp tak ada interaksi sama sekali.

belakangan baru mulai sadar bahwa salah satu manfaat LinkedIn itu kalo kita emang minat dan niat untuk membuka opportunity baru, katakan pindah kerja atau minimal mencari posisi yg lebih baik dari sekarang. nah kalo yang ini, musti rajin2 connect ke org2 yg profilenya headhunter atau orang2 yang current position-nya di HRD.

at last, karena karakterku termasuk safety player, emang gak ngarepin juga dapet tawaran dari manapun. posisiku sekarang sudah sangat sangat comfort zone😀 Juga ngeliat adik bungsuku yang kerja di top multinational oil company, ditugaskan di Angola ~guess where it is🙂, being working in Bandung is feels like in heaven🙂

2 03 2012
Chita

Betul, aku setuju kalo LinkedIn memang tempat untuk mencari opportunity baru. Di Amrik, mulai banyak employer yang menggunakan LinkedIn untuk melihat relasi calon employee-nya via LinkedIn, dan dari LinkedIn juga mereka bisa melihat rekomendasi calon employee mereka dari former employer atau kolega.

2 03 2012
rizalean

LinkedIn ini juga buat peta global ‘connection’ kita ada di mana aja loh. Juga dari industri apa aja. Lebih spesifik dari perusahaan apa aja. Jg kita ikut group apa aja. beberapa group bersifat closed, misalnya hanya yg certified yg boleh join. Jadi profil kita emang secara administratif nggambarin ‘kualitas’ kita. so, do our best nulisnya supaya kita terlihat berkualitas di publik global🙂

eh kalo di Ausie gimana mbak Chita? populerkah? 150 juta members LinkedIn, meski masih jauh dari facebook, udah banyak banget kan kalo dibandingin members wordpress. di Indonesia lagi mulai rame, dg members lebih dari 1 juta. dan hampir tiap hari sekarang ada aja yg invite untuk connected denganku. setaun yang lalu sih kebalikannya, aku yang rajin berburu orang yg mau connected denganku. simple aja sih, klik ‘Accept’ aja pasti udah bikin orang happy.

2 03 2012
Chita

Sayangnya, aku nggak begitu paham dengan atmosphere LinkedIn di Aussie, karna aku memang nggak masuk ke dunia professional di sini. Just being a homemaker with casual work.🙂

Tapi kalo di Amrik, banyak teman yang honestly pilih-pilih untuk meng-accept invitation, seperti beberapa teman yang lebih prefer kalau teman-teman di LinkedIn mereka hanya orang yang ‘pure’ professional, karna mereka menganggap koneksi mereka adalah bagian dari resume mereka.🙂

Kalau di Indo, beberapa teman Indo yang berkoneksi dengan profile-ku sepertinya malah menganggap LinkedIn sebagai ‘new Facebook’, mereka rajin mengupdate status dan memakai foto casual di profil mereka, ini hal yang sama sekali nggak pernah aku lihat di teman-temanku dari luar negeri.🙂

29 02 2012
Tri

pernah liat linkedIn di windows live, sempat daftar sih karna penasaran tapi setelah itu bingung dan gak pernah buka lagi🙂

29 02 2012
rizalean

IMHO, kategorinya masih social media sih, dg segmen spesifik untuk connecting professionals dari segala macem industri. prinsipnya posting profil kita : pendidikan, pengalaman, organisasi, etc. abis gitu build networking, bisa dg orang2 dari industri yang sama ato pun nggak. bebas2 aja. di sini kita bisa minta orang lain untuk ngasih endorsement tentang kinerja dan kompetensi kita. bisa jg kita yg nulist ‘testimony’ tentang kinerja seseorang. hal-hal spt ini membantu untuk memoles profil kita menjadi lebih sip, dan siapa tau ada orang HRD or headhunter dari mana yang tertarik dg profil kita dan minta kita apply atas suatu posisi yang lowong.🙂

1 03 2012
Sayyidah 'Ali

penasaran ma linkedIn , tapi sampai sekarang ga barani mencoba, khawatir kawalahan dlm mengatur waktu..

1 03 2012
rizalean

gak bakal ngabisin wakto kok, dijamin. linkedin ini kayak majalah dinding aja, tempat kita naro profil kita. abis gitu tinggal aja. ntar kapan2 ada yg butuh kompetensi kita, pasti ngontak deh via email.

2 03 2012
Ilham

kalo memang bukan panggilan hati nggak mesti dilakukan kok. tidak ada yang bisa menentukan jaminan apakah seseorang harus melakukan ini-itu atau tidak. you know what is best for yourself. others may see it by your decision, you see it by intuition.

2 03 2012
rizalean

thanks advise-nya ya. jadi pingin nulis tentang intuisi.🙂

2 03 2012
Ichaawe

wah aku siy mundur teratur kalau dapat tawaran kerja di daerah2 rawan. Apalagi udah berkeluarga. bawa2 anak. Sama aja memasukkan anak kedalam ranjau.😀
Oke juga tuh prinsip ABCD. Memang ujung2nya kita melangkah masuk di dunia takdir yah. Hidupku banget itu😀

2 03 2012
rizalean

bener mbak. simalakama. secara diriku hommy, gak betah jauh dari rumah, pasti anak istriku kubawa kemanapun ku harus bertugas. dan membawa anak istri ke daerah konflik, seperti itulah, membawa mereka ke medan ranjau.

tentang ABCD, save takdir for the last, setelah semua usaha keras dan doa yang keras pula. senang sekali kalo prinsip hidupku similar denganmu🙂

2 03 2012
rumahniefha

pilihan bijak.
mendahulukan untuk tetap mengunjungi orangtua itu jauh lebih baik🙂
semoga barokah..

2 03 2012
rizalean

yah, betul sekali. thanks atas doanya ya🙂

2 03 2012
rumahniefha

you’re welcome..

3 03 2012
elfarizi

Saya baru sekadar dengar LinkedIn tapi belum tahu🙂
Jadi, e-mail semacam itu memang benar ya? Sejauh ini, kalau ada e-mail “macam-macam” terlanjur parno, khawatir penipuan hehehe.
Wow, Kabul … Hmmm, kalau saya, mungkin serasa uji adrenalin jika harus tinggal di sana😀

3 03 2012
rizalean

belum tentu benar juga kok. hati-hati tetep perlu. makanya riset simple dg googling tetep aja perlu. bisa aja phising. kebayang nggak bahwa dengan berpura2 membuka lowongan kerja, orang bisa dapat ratusan atau bahkan ribuan Curriculum Vitae (CV), yang lengkap dengan ijazah atau copy sertifikasi kompetensi? informasi ini bisa dijadin duit loh🙂

tapi kalo itu dilakuin di LinkedIn, sama aja bunuh diri digital. profil kita adalah “harga diri” kita di dunia global indutri yg kita geluti. kalo sampe tercoreng, berarti wasalam, kita terisolasi dari dunia profesionalisme global.

tentang Kabul-nya, sounds exotic ya?. maybe someday, kalo udah nggak ada granat dan rudal berseliweran, kota itu menarik untuk kita kunjungi.🙂

3 03 2012
onesetia82

berknjung salam kenal gan …🙂

3 03 2012
rizalean

salam kenal juga gan.. *berasaDiKaskusNeeh🙂

4 03 2012
prih

Trimakasih pak Rizal tuk paparan LinkedIn-nya. Seraya memaksimalkan fungsi jejaring sosial tetap mengutamakan keluarga dalam berprofesi. Salam juga dari Sal3

4 03 2012
rizalean

sama-sama Bu Prih. keluarga memang sepatutnya mendapat prioritas pertama.

terima kasih banyak berkenan mampir🙂

5 03 2012
ysalma

berkarya dan berkarir muara akhirnya untuk kebahagiaan keluarga,
jadi rumus D-nya sangat menentukan sekali, kecuali awalannya petualangan ya😀.

5 03 2012
rizalean

mungkin diriku sedang lelet hari ini, diriku belum faham dengan “jadi rumus D-nya sangat menentukan sekali, kecuali awalannya petualangan ya”. Destiny vs petualangan. apa maksudnya kita mencoba mencari tau destiny kita dengan spirit adventure? untuk yang bukan risk-taker seperti diriku, berat sekali pilihan itu🙂

5 03 2012
Orin

Waduh… agak2 seram memang ya Kang kalo kerja di ‘sana’ mah😀

5 03 2012
rizalean

bangeett…🙂

6 03 2012
nandobase

Kalau sudah pasti ngga dapet restu ortu ya ngga usah berangkat.. Bisa-bisa ngga selamat.😦

6 03 2012
rizalean

Iyah mas. Si bugsu sudah di ujung barat affika, Lluanda, Angola. Gak kebayang kalo diriku pergi juga, ke daerah konflik pula.

6 03 2012
niee

iya.. kenapa harus jauh dan tempat yang tidak kondusif kalau bisa bekerja ditempat yang lebih baik..

tunggu saja, siapa tahu bisa dapet tawaran ke eropa toh ?😉

6 03 2012
rizalean

Waaaaaaaaa. I couldn’t resist kalo tawarannya ke europe.. my land of dream🙂

7 03 2012
Arumsekartaji

Perlu pertimbangan matang jika hendak pergi kerja ke luar negeri Mas? Pengalaman saudaraku pun sama. Yang satu kerja di kapal pesiar setiap hari berlayar di perairan Karibia, jauh dari anak dan isteri. Satunya lagi kakak ipar kerja di perusahaan asing tinggal di Denver Colorado.
Memang tidak bisa setiap saat bisa berkomunikasi, akan tetapi dengan memanfaatkan internet dan telepon, hambatan kedua jarak itu bisa dijembatani. Hanya saja jika kondisi yang sedang kerja hidup di negeri orang ini sedang sehat tak masalah, namun jika sedang sakit perlu perhatian teman sekerja dan dukungan moril kerabat yang ada di tanah air. Salam…..

7 03 2012
rizalean

iya beneran deh. pernah diriku ‘jauh’ dari anak istri. kerja di jakarta, anak istri di bandung. belon ada cipularang, jadi perjalanan lewat puncak, cikampek or subang. bukan soal sekedar komunikasi ya. being in touch, is what the family are for. kalo not in touch, jakarta or karibia or colorado, feels the same kayaknya…🙂

wah, cerita juga dong gimana kerja di kapal pesiar, atau hidup di amrik. diinterview aja pelakunya🙂. diriku punya adik tinggal di Angola, tapi adik iparku rajin ngeblog, jadi yg pingin tau kehidupan afrika tinggal baca blognya.

thanks ya udah mampir & kasih saran *excited

13 03 2012
Arumsekartaji

Baru saja saudara saya ini pulang kampung ke Solo dari akhir tahun 2011 hingga akhir Pebruari 2012. Awal Maret 2012 sudah berangkat lagi ke Mexico lalu berlayar ke Kuba lanjut ke Portugal. Hanya saja beliau tidak mau diekspose mengenai kerja dan penghasilannya berapa yang dia dapat dari kapal pesiar.
Anaknya perempuan baru masuk SMP dan sudah bikin akun facebook dengan harapan bapaknya juga mau bikin akun facebook, agar rasa kangen anak ke bapaknya bisa dijembatani.
Cuma bapaknya terus terang masih gaptek akan internet dan kegaptekkannya ini menjadi bahan olok-olok anaknya…katanya bapaknya ndeso, katrok ndak tahu internet.
Ketika bapaknya libur pulang kampung ke Solo…mbuka lap-top minta diajari bikin akun facebook…anaknya tidak mau ngajari.
Sedangkan kakak yang di Denver…rajin mbuka akun facebook dan memang aktif di internet sejak memutuskan kerja di sana.
Yang jelas dari dua saudara yang sama-sama kerja di luar negeri, kebutuhan hidup keluarga yang tinggal di kampung bisa dicukupi. Terbukti setiap bulan keluarga di Solo selalu transaksi lewat money exchange…dari dollar ke rupiah. Salam…..

13 03 2012
rizalean

contoh nyata perjuangan berat seorang ayah. demi sesuap nasi *dan segenggam berlian* bagi anak istri dan keluarga besar di kampung halaman.

hal FB anaknya, aneh juga ya. awalnya untuk menjembatani kangen, belakangan malah nggak mau. perlu diwaspadai karena bukan satu dua korban kejahatan menimpa anak perempuan via FB.

7 03 2012
Ely Meyer

OOT
selamat pagi mas …….. belum ada tulisan baru ya🙂

7 03 2012
rizalean

nah, ini dia komentar paling provokatif di posting ini. :)asli OOT. tapi minimal jadi trigger bahwa diriku memang sebaiknya menulis, bukan sekedar membaca.🙂

8 03 2012
rizalean

horree… my new post has been published. thanks for the reminder mbak😀

8 03 2012
bhiberceloteh

kalo tempatnya di negara2 tetangga kaya Singapore atau Malaysia gimana Pak’e? tergoda gak? hehehe..

Kayanya LinkedIn itu ampuh juga yah? saya mau buat aaaahhh…

9 03 2012
rizalean

pertanyaan pertama bukan where kali ya…tapi why.
karena diriku tak menemukan alasan, termasuk finansial, untuk meninggalkan cimahi, dimana keluarga dan mertuaku tinggal, juga ayah ibuku di bandung, kayaknya tetap kutolak walau di negara tetangga🙂

apalagi malaysia, setelah klaim atas batik, reog, lagu rasa sayange, simpadan ligitan, juga ambalat, respekku pada malaysia menjadi nol🙂

9 03 2012
Falzart Plain

Saya nggak tahu Linked In itu…
Baru tahu kalau bisa dapat begituan juga di sana…😀

9 03 2012
rizalean

hihihi… try it.
social media sih basically, tapi segmentasinya profesional.
minimal anak smp-sma nggak pantes lah punya akun linkedIn, kecuali mungkin mrk2 yg enterpreneur sejati dan udah punya bisnis yang running well.

14 03 2012
zamrinata

wahhh…sebagai seorang kuli EO ecek-ecek. berarti nyali saya belum cukup ni untuk masuk LinkedIn..🙂

15 03 2012
rizalean

penyesalan terbesar adalah bukan ketika gagal, tapi ketika kita tak pernah mencoba…

try it, and see what is happening. langkah pertama profile-mu dirapiin dulu biar enak dibaca dan cool🙂

sekarang network linkedIn ku mencapai 800-an profesional lintas industri.
tapi diriku ingat masa-masa ketika satu demi satu ku klik nama professional lain untuk memohon meminta ditambahkan sebagai connection. seingatku sampai 1300an click request kubuat. jarinya keringatan banget nge-klik.

15 03 2012
zamrinata

Baiklah, sepertinya sudah tak sabar ingin mencobanya….:)

11 03 2012
wahyu nurudin

kamu bekerja di kementrian BUMN bagaian TI? hebat dong. sering ketemu pak Tifatul sembiring nggak?

11 03 2012
rizalean

hihihi…pak Tif itu menteri Kominfo mas, bukan BUMN (pak DIS).

kecepetan baca postingnya ya… diriku hanya diminta presentasi ke kementrian, nggak kerja di sana🙂

lagian, penting ya ketemu menteri ? bahkan ketemu direksi pun, kalau tak harus, diriku enggan. introvert😀

11 03 2012
wahyu nurudin

sama. aku juga introvert. tapi kalau ketemu orang terkenal minta foto-foto. (alay mode on). hehehehe…

11 03 2012
rizalean

hehehe… nggak gue banget. introvert sejati nggak gitu deh😛

11 03 2012
wahyu nurudin

oke. selamat bekerja. semoga sukses.

14 03 2012
zamrinata

“every second has it’s own secret, and our duty is to open it”

Luar biasa pak…
sepertinya saya benar2 berhadapan dengan master IT dengan pengalaman yang luar biasa. harus belajar banyak dari bapak ini saya….:)

untuk ABCD Theory nya….saya tunggu postingannya yang lebih mendalam pak.

15 03 2012
rizalean

diriku suka dengan quotation “every second has it’s own secret, and our duty is to open it” ini.
ada semangat continous improvement yang sangat kuat.

hehehe. I am just an ordinary human being, with extraordinary dreams🙂

noted untuk ABCD, aRtiNVieZmE juga minta. diriku mengumpulkan dulu momen-momen untuk setiap kata kuncinya ya. consider this as a promise🙂

15 03 2012
zamrinata

quotation “every second has it’s own secret, and our duty is to open it” ini adalah kalimat sorang guru SMA q yang paling berpengaruh dalam hidup saya…
sudah benar2 tak bisa lepas kalimat itu dari Otak saya.

Bapak sudah baca Post tentang kenapa nama Blog saya Triple BEE ?
nah quotation diatas adalah kalimat pertama yang saya dengar dari Founding Father nya Triple BEE, namanya Puthut Prehantoro.
Beliau sudah memungut saya dari Sorang Kutu Kupret, hhe (Kutu Buku maksudnya) menjadi Seorang Brengsek”” (dalam tanda Kutip). yang dulunya gak punya temen sama sekali, Nilai Raport sih bisa dibilang bagus. Tapi, untuk Sosialisai, show off, bahkan Pidato kasih sambutan didepan umum aja saya gemetr nya minta ampun…
yah banyak sekali yang beliau ajarkan kepada saya, bukan hanya sebagai guru Bhs.Inggris, tapi juga benar2 seorang guru bagi saya..

sekarang Beliau juga sedang berjuang untuk memberikan pendidikan bagi anak2 di desa terpencil Di Ngawi, Jawa timur. Dengan mendirikan Taman Baca, TK, dsb. Kadang Saya juga sering membantu turun ke lapangan bila dibutuhkan..
bisa dikunjungi disini, http://kasihmargini-ngawi.blogspot.com/

UNtuk ABCD nya, tetap dengan sabar saya menunggu nya..>:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: