the Law of Attraction

12 02 2012

“Hanya ada dua cara untuk menjalani hidup Anda. Yang pertama adalah menjalaninya seakan-akan keajaiban itu tidak pernah ada. Yang kedua adalah menjalaninya seakan-akan segala sesuatu adalah keajaiban.” -Albert Einstein

Pernah denger istilah ‘my dream comes true,?’ kayaknya sering yah. Ada euphoria natural setiap kali istilah yang bermakna ‘mimpiku menjadi kenyataan’ itu terucap. Dan pastinya, istilah ini kita pakai hanya untuk momen yang benar-benar layak untuk itu. Kita nggak bakalan bilang ‘my dream comes true‘ sehabis menyantap semangkuk mie instan dengan telur ceplok kan? Kecuali mungkin, kita sudah lima tahun nggak makan mie instan dan telur ceplok, dan sudah bertahun-tahun desperately ngidam makan sepasang menu andalan anak kos ini.

Lebih make sense untuk berucap my dream comes true untuk seorang istri yang baru saja diajak suaminya menyantap romantic dinner di Singapore Flyer, bianglala raksasa yang berputar dua kali di ketinggian 165 meter di area Marina Bay. Which is quite impossible bakal terucap dari bibir istriku. Bukan karena nggak bisa mbayarnya, tapi karena acrophobia, aku takut pada ketinggian. Nggak usah kan berada dalam kapsul di ketinggian 165 meter, berada di gondola kereta gantung ancol aja udah membuatku berkeringat dingin dan tak henti berdoa agar perjalanan yang sebenarnya menyenangkan buat anak-anakku segera berakhir.

Apakah impian yang menjadi nyata adalah suatu keajaiban dan kebetulan belaka? Sah-sah aja untuk berfikir seperti itu. Bahwasanya keajaiban demi keajaiban terjadi dalam perjalananan hidupku mulai membuatku yakin bahwa impian bisa diwujudkan. Kuakui tak semua impianku terwujud. Dan itu tentu saja membuatku berduka. Tapi percuma berhenti di situ. Move On. Kegagalan mewujudkan impian memberiku dua pilihan, tetap bermimpi, atau menciptakan mimpi baru.

Bermimpi dan berharap keajaiban datang? Perhatiin deh dialog di film-film barat. Ada ungkapan sarkastik dalam bahasa bule “Dream on !”, yang bermakna sesuatu yang diinginkan sang lawan bicara pasti tak mungkin terwujud. Menetapkan impian adalah satu hal. Dan hal nomor satu. Kalau harus memilih antara memiliki perangkat kompas atau titik tujuan, seorang nakhoda sejati akan memilih tujuan. Kompas masih bisa digantikan dengan rasi bintang sebagai petunjuk arah. Tapi tanpa tujuan, hendak ke arah mana haluan kapal diarahkan?

Attraction - inspirationdna.com

Menetapkan mimpi adalah langkah awal. Pertanyaannya adalah Mengapa dan Apa? Lupakan dulu bagaimana atau kapan-nya. Visualisasikan Apa ini dengan jelas di internal memori di otak kita. Ntah itu berupa benda (rumah, mobil, uang, laptop, gadget, etc) maupun bukan (lulus kuliah, menikah, haji, wisata, etc).  Dan visualisasikan secara berulang sampai Apa ini menjadi resident memory yang tak terhapus sampai saatnya terwujud. Terus apa selanjutnya? Postulat kehidupanku kurang lebih seperti ini: Fakta = 1 Impian + 3 Usaha + 5 Doa. Usaha mewujudkan impian harus lebih keras dari menetapkan impian. Dan berdoa agar fakta atau takdir yang terjadi sesuai dengan harapan kita, jauh lebih kerap dari usaha.

Baru belakangan kutau ada yang namanya the Law of Attraction atau hukum ketertarikan. Sederhananya, apa yang akan terjadi akan ditarik dengan kuat oleh apa yang kita percayai akan terjadi, baik secara sadar ataupun tidak. Impian kita, upaya keras kita, doa yang lebih kerap dari kita untuk mewujudkan impian akan menarik dengan keras takdir yang akan terjadi. Tingkat keberhasilannya? Dalam hidupku, sangat tinggi. Di atas 80% impianku terwujud, sisanya harus kubuat impian baru sambil menghibur diri bahwa aku telah salah menetapkan impian, dan Dia yang Maha Kuasa diatas sana seolah menghiburku : “I knew and I heard what you want, but I have something better in mind.”

Ku akan terus bermimpi. Bagaimana denganmu ?


Aksi

Information

23 responses

16 02 2012
fitr4y

aku juga kan terus bermimpi, zaman sekarang hal yg paling murah dilakukan adalah bermimpi .. hehehe

slam 🙂

17 02 2012
rizalean

betul sekali, mimpi itu, dalam banyak hal. gratis.
kecuali mimpi sambil tidru di hotel bintang lima🙂

action dan praying juga, dalam banyak hal bisa dilakukan dengan gratis, atau minimal, murah, seperti yang Uni bilang…

16 02 2012
Hanif Mahaldi

setuju, tanpa keajaiban yg kita ciptakan, tidak ada harapan dan semangat untuk meraihnya di masa depan dengan tindakan2 nyata dimasa kini.🙂

17 02 2012
rizalean

couldn’t agree more…

24 02 2012
miartmiaw

Gantungkan mimpi dan cita-cita setinggi langit, karena di sana ada bintang yang dapat mengarahkan dan menuntun kita. #halah🙂

27 02 2012
rizalean

nah bahwa cita2 bisa berujung ke bintang, baru ini pemikiran seru. petani kita dulu menunggu bintang waluku untuk mulai bertanam. dan pelau dulu melihat rasi bintang pari/crux sebagai penunjuk arah selatan.😀

26 02 2012
Ely Meyer

tentu saja …… saya akan terus bermimpi 🙂

27 02 2012
rizalean

good start ! Btw mbak. Kalo kita bermimpi di Jerman, apakah ada yg berbeda dengan kalo kita bermimpi di bumi Pertiwi? Seriusan nih, menginjak eropa masih jadi impianku yg belum tercapai…🙂

28 02 2012
chachu

bener tuh, bermimpi dan menganggap mimpi kita adalah sesuatu yang pasti terjadi itu membuat The Law Of Attraction bekerja, begitu yang saya baca, dan kebetulan beberapa kali terjadi di hidup saya😛

28 02 2012
rizalean

waahh…ceritain dong… ato malah udah? pse just give me the link kalo gitu.

28 02 2012
chachu

belum pernah diceritain hehehe, ntar deh kalo lagi mood saya nulis tentang itu hehehe🙂

29 02 2012
yulianurz

wahh..betul sekali, belakangan jadi sering introspeksi dg harapan yg dolo2 pernah tersirat di hati.. jadi agak nyesel juga, knpa nggak berharap yg the best waktu itu ya…hehe..soalnya harapan yg satu udah terkabul, coba berharap lg yg lebihhhh banyak >.<

29 02 2012
rizalean

pernah buat list impian yulianurz? ntah dimana saya baca tentang menulis impian adalah langkah awal untuk mencapainya. tulisan itu intinya bilang kita perlu tuliskan secara spesifik 100 impian. tuliskan dalam amplop tertutup. buka lagi beberapa tahun di depan. it will be amazing to find out how many dreams come true, katanya !. aku sih males aja buat amplopnya. jadi kutulis di blog juga. guess what? buat list-nya keringetan loh. sampe sekarang belon kelar sampe 100 juga list impian-ku. dan memang amazing, satu demi satu terwujud. try it. it’s fun. and off course, it’s free🙂

30 03 2012
yulianurz

hehehehe…..yup sudah dituliskan sejak masih awal kuliah, bedanya bukan di amplop😀, pernah ditulis di kertas A4.. klo sekarang ditulis di diary kecil
Alhamdulillah..mimpi2nya ter-ceklist satu demi satu
jadi mau nambah lagi list mimpinya >.<

2 03 2012
tuaffi

saya juga terus bermimpi Pak..🙂 Terus menerus mempunyai impian tentang hasil akhir, yang membuat saya semakin serius menapaki semua prosesnya.😀

2 03 2012
rizalean

siiip🙂 bermimpi adalah langkah awal. untuk segala hal.🙂

3 03 2012
rowmanisme

Berkhayal dulu baru bermimpi🙂

3 03 2012
rizalean

wah, baru sadar diriku, mungkin terms yang lebih pas adalah berkhayal. karena yang dimaksud adalah impian yang dirumuskan dalam kata atau kalimat. pastinya hanya bisa dilakukan dalam keadaan sadar. belum ada teknologinya ya merumuskan mimpi yang sebenarnya, secara harfiah, yang berarti kita pastinya lagi tidur🙂

6 03 2012
mintarsih28

keajaiban doa adalah bila kita punya alasan untuk meminta. doa akan kita lantunkan dengan penuh harap bila kita imbangi dengan bekerja (ikhtiar). dengan demikian kita akan menempuh upaya upaya pada suatu ikhtiar pada apa yang kita inginkan.
dan disinilah impian 80 persen mudah terwujud, sebagiamana pak riza katakan.

15 03 2012
zamrinata

Seperti kata Guru SMA q,,

“Kalo orang dah menginginkan sesuatu yang sudah sangat dalam terpendam di hatinya, dan mungkin sampe udah lupa berapa ratus kali dia mendo’akan hal itu agar terwujud. Sesungguhnya Gusti Allah itu gak pernah Tidur”

sudah berulang kali juga terjadi pada diri saya.”
dan versi pak Rizal ini adalah The Law of Attraction…*suka-suka

15 03 2012
rizalean

nah, “Gusti Allah ora sare” itu malah filosofi tingkat tinggi.
ada kepasrahan bahwa sebagai manusia kita akan menjalani takdir kita. tapi juga ada semangat ikhtiar yang tak pernah putus dan keyakinan bahwa semua ikhtiar dan doa kita akan berujung pada terkabulnya impian kita.

15 03 2012
zamrinata

Ya, hanya Harapan, Do’a , & usaha yang bisa dilakukan manusia…Selebihnya, tinggal menunggu SK dari yang Maha Kuasa .🙂

25 07 2012
Citra W. Hapsari

i do believe…
apa yang kita fikirkan,..alam akan menjawabnya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: