Apa itu Cinta ?

18 01 2012

Kisah ini berawal dari kegusaranku dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat. “Anak-anak TK”, kata Gus Dur Almarhum  ini emang gak habis-habis menontonkan komedi sarkastik. Renovasi ruang rapat pake biaya Rp.20Milyar, renovasi toilet biar ‘gak najis’, katanya, Rp2Milyar. Belum puas, kalender 2012 Rp1,3Milyar. Hey Pak – Bu – Mas – Mbak anggota DPR, uang rakyat itu yang dipakai menggaji kalian. Cucuran keringat kami yang dipotong pajak, yang dipakai untuk membayar semua syahwat duniawi kalian itu ! Hopeless & speechless memang liat kondisi di negeri ‘Auto Pilot’ ini.

Cinta dan Kasih ?

Gak sengaja kulirik kalender di meja. Bulan Januari. Ada gambar yang menarik tentang dua anak kecil yang saling tersenyum dibalik pohon raksasa berdiameter hampir 2 meter. Senyum yang begitu polos. Mereka pasti tak punya kegundahan seperti yg dirasakan orang dewasa. Mereka pasti belum tau manis-pahit kehidupan ini.  Kalender 2012 Telkom Indonesia bulan Januari ini bertuliskan “Ketika cinta dan kasih selalu menyinari hari-hari, itulah dunia yang selalu ada di hati kita”.  Tagline Make a Better World menambahkan penekanan atas optimisme yang begitu kuat akan kehidupan yang lebih baik. Sesuatu yang antagonis dibandingkan dengan keonaran yang dibuat anggota DPR tadi.

Apa itu Cinta ?

Tertarik dengan frasa tentang cinta yang terasa begitu indah dan optimistik, kubuka akun twitter-ku dan kubuat kutipan itu. Tak lupa secara sengaja kutambahkan kata-kata jail sebagai penutup. Tak lama, ada sebuah mention dari tweet ini. Simple saja. “Apa itu Cinta?”.  Siapa penulisnya? Seseorang yang iseng membuat bot dengan akun rbtCinta, melakukan crawling di twitter dengan filter kata “cinta” dan mention setiap tweet yang mengandung kata itu dengan balasan yang selalu sama, “Apa itu Cinta?”.

Bahwa itu adalah bot, pastinya konyol sekali kalau kubalas dengan definisi cinta dalam kurang dari 140 karakter. Ngelesnya begitu. Tapi kupikir lagi, emang apa sebenernya itu Cinta ? Setelah berpikir sejenak, akhirnya kutulis tweet lagi bahwa jujur kuakui, ku tak tau apa jawaban pertanyaan yang sangat sederhana itu.

Tak berarti bahwa ku tak pernah merasakan cinta. Hanya saja yang kurasakan dan kulihat dalam 40 tahun mengarungi bahtera kehidupan ini,  cinta datang dalam berbagai bentuk.

  • kucinta Tuhanku dengan sepenuh harap atas Rahmat dan sekaligus ketakutanku atas murka-Nya.
  • kucinta Rosululloh Muhammad SAW, manusia terbaik yang pernah terlahir di muka bumi.
  • kucinta keimananku dan bersedia untuk menukar nyawa untuk mempertahankannya.
  • kucinta ayah-ibuku dan menjadi prioritas pertama untuk menyenangkah hati keduanya.
  • kucinta istriku, jiwa dan raganya.
  • kucinta anak-anakku, dan tak bisa hilang rasa kuatirku atas masa depan mereka.
  • kucinta negeriku, dan berharap suatu saat kemakmuran negri ini terwujud.
  • kucinta saudara-saudariku, dan kuiringkan doa bagi kebahagiaan mereka di penghujung pintaku pada-Nya.
  • kucinta Perusahaan tempatku bekerja dan berharap tetap memenangkan persaingan yang semakin keras.
  • kulihat cinta kuda pada anaknya yang baru lahir, dan dengan sangat hati-hati diangkatnya kakinya agar tak menginjaknya.
  • kulihat cinta ketika singa berburu dan pulang membawa daging untuk anak-anaknya.
  • kulihat cinta ketika induk merpati meluluh makanan untuk anak-anaknya.
  • kulihat cinta sepasang manusia dari jenis yang sama, berjuang mendapat pengakuan negara sebagai suami istri. *gokilEmang
  • kulihat cinta yang hilang ketika seorang istri minta cerai dari suaminya, atau ketika seorang suami menceraikan istrinya.
  • kulihat cinta yang ternoda ketika seorang ibu mengutuk anaknya, menyisakan buta di kedua mata anaknya.
  • kulihat cinta yang aneh ketika seseorang merekatkan bom ditubuhnya, dan meledakkan diri bersama targetnya.
  • kulihat kepalsuan cinta ketika seorang lelaki menuntut mahkota pacarnya atas nama cinta, dan kemudian meninggalkannya begitu saja.

Jadi, apa bisa disimpulkan apa itu cinta? Rasanya tidak. Pertanyaan “Apa itu Cinta?” sama sulitnya untuk dijawab dengan pertanyaan “Apa itu rasa?”, atau “Apa itu warna?”. Jawabnya bergantung pada apa yang ingin didengar sebagai jawaban, oleh yang bertanya. Dan ketika berbagai jawaban telah diperdengarkan namun belum memenuhi hasrat sang penanya, maka pertanyaan abadi ini tak kunjung terjawab.

salam Cinta.


Aksi

Information

3 responses

3 03 2012
illmii d'end

apa itu cinta??? hmmmm menarik

3 03 2012
rizalean

so, what do you think about it ?🙂

3 03 2012
illmii d'end

blank…😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: