life begins at forty…

28 12 2011

“Jai, Bu Palal meninggal”, kata Bapak waktu saya melakukan ritual visit mingguan ke rumah tempat saya dibesarkan.  Saya merenung, 24 tahun saya menempati rumah itu, dan seharusnya mengenal semua orang tetangga, terutama yang sering menyambangi mesjid. Hasilnya, Error 404 ! File Not Found !. Saya sama sekali gak inget siapa itu Bu Palal. Susah payah Bapak menjelaskan siapa itu Pak Palal dan Bu Palal, tetap saja Error 404. Sepertinya ada bad memory sector yang kronis sehingga memory tentang sesepuh di situ tak bisa saya recall.

Sehabis jum’atan di mesjid Baitussholihin di belakang rumah Bapak, langsung diacarakan sholat jenazah. Sebelumnya diumumkan bahwa usia almarhumah adalah 91 tahun. Subhanalloh. 91 tahun adalah masa yang cukup lama. Berarti beliau lahir di tahun 1920. Sebagai muslim, lebih tepat kalau almarhumah dihitung usianya dengan kalender hijriah, yg dalam 35 tahun berselisih satu tahun lebih banyak dibanding dengan kalender masehi. Artinya, usia almarhumah adalah 93 tahun lebih.

Lebih tiga bulan yang lalu di sela-sela rapat di Jakarta saya didatangi bos yang diikuti staf lokal jakarta yang membawa kue ulang tahun. What a surprise !. Emang di tanggal 15 September itu secara formal saya tercatat dilahirkan, 39 tahun yang lalu. Lagi-lagi, sebagai muslim yang ‘kuno’, saya tidak punya tradisi ulang tahun. Setidaknya begitu di keluarga saya, meski tak semua muslim menganut prinsip seperti itu. Tanggal 15 September buat saya is just another day. Paling juga tanggal 15 September 2017 jadi penting buat saya, karena di tanggal itu saya harus angkat kaki dari kantor ini, pensiun. Dengan catatan umur saya sampai di tanggal itu, dan saya masih bekerja di Perusahaan ini. Saya terlahir 8 Sya’ban 1392 H, artinya saat ini (3 Safar 1433H),  saya sudah berusia 40 tahun.

Begin @ 40 ?

Life begins at forty, kata orang bule. Maksudnya emang forty years old. Kalo kita ziarah ke kuburan, kita bisa liat panjang kuburan nggak sama. Ada yang umur 40 jam udah musti dikubur. Ada yang 40 hari. Ada yang 40 bulan. Banyak juga yang belum pernah mencicipi umur 40 tahun udah harus dikubur. Seperti sepupu saya almarhum yang sudah dipanggil menghadap-Nya di usia 39 tahun, meninggalkan dua balita dan istri yang tak bekerja. Dalam konteks ini, life is never started for them. Apa iya?

Terus kenapa bule bilang life begins at forty? Ada sejarahnya ternyata. Syahdan jaman dulu kala di saat wabah penyakit menjadi endemi global dan obat-obatan tidak dapat diperoleh dengan mudah seperti sekarang, orang yang masih tetap hidup sampai usia 40 tahun, tidak tewas karena perang dan juga tidak mati karena terkena penyakit, punya probabilitas untuk hidup lebih besar untuk berumur panjang. Sebelum abad ke 20, angka harapan hidup warga Inggris rata-rata adalah 25 tahun saja.

Terus apa yang terjadi selama 40 tahun (hijriyah) kedupanku? Tujuh hari tujuh malam ngetik juga nggak selesai urusannya. Suka dan duka datang silih berganti. Tawa dan tangis (eh, gue nangis juga lho !) berselisih jalan. 40 tahun adalah masa yang cukup lama untuk mendapatkan pengalaman hidup. Seorang kakak ipar saya punya istilah ‘Belum tau hidup’ untuk orang yang dianggap masih belum banyak makan asam garam kehidupan. Rasanya, saya sudah cukup banyak makan asam garamnya, semoga nggak terlalu asin aja.

Dalam konteks spiritual, sudah tiga kali menapakkan kaki ke tanah paling suci di muka bumi ini bagi kami muslim. Dalam konteks materi, sudah sangat berkecukupan rezeki Ilahi bagi keluarga kami. Jikalau saja coba kuhitung nikmatNya, niscaya tak mampu kuhitung. Pasti ada nikmatNya yang terlupakan, atau malah ku tak sadar bahwa itu adalah nikmatNya. Bagiku, hidup sudah dimulai bahkan sebelum usiaku mencapai 40.

Dan ketika kemarin dulu ada program check up kesehatan secara masal di Perusahaan, dengan semangat ’45 kudatangi lab kesehatan dengan catatan melengkapi berkas yang diperlukan, hanya untuk disuruh kembali lagi, karena usiaku belum mencapai 40. Tahun lalu, klausulnya adalah usia diatas 40 tahun atau senior leader. Tahun ini, atas nama efisiensi, mau jadi super senior leader pun tak dapat jatah check up kesehatan kalau usianya belum 40 tahun. Lesson learned, jangan terlalu cepat jadi senior leader !.

Simpulnya, terserah deh mau life begins or not begin at forty, tapi kubersyukur dan bersimpuh kepadaNya atas seluruh cobaan, kesempatan dan nikmat yang diberikanNya selama ini.


Aksi

Information

2 responses

4 03 2012
Ilham

berapa banyak pun usia kita bertambah, toh akhirnya kita semua menuju keabadian di alam akhirat, tak lagi terikat hukum ruang dan waktu. semoga hidup saya bisa bermanfaat dan bisa ke tanah suci juga seperti pak rizal. Ammiin…🙂

4 03 2012
rizalean

betul sekali. cepat atau lambat kita akan meninggalkan semua yang fana ini menuju kehidupan abadi kelak.

aamiin YRA. mereka yang sudah berniat dan bertekad bulat untuk ke tanah suci, sejauh yang kulihat, akan menemukan jalannya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: