Follow you, follow me…

13 06 2011

based on true story.

I will follow you will you follow me

All the days and nights that we know will be

I will stay with you will you stay with me

Just one single tear in each passing year…

… (Genesis, 1978)

Satu mention baru aja masuk di akun twitter saya. A humble question : @_rizal_ gmn sih caranya punya follower banyak seperti dirimu?

Well, pastinya definisi banyak dan sedikit akan sangat relatif. Untuk ‘nobody, just ordinary human being with extraordinary dreams’  seperti saya, follower 700 lebih mungkin dianggap udah banyak oleh sang ‘mentioner’ yang followernya belon nyampe 100. Tapi jangan bandingin sama @irfanbachdim10 yg follower-nya 770ribu atau @lunamaya yang followernya 520 ribu.

“Terus, jadi emang penting punya follower banyak?” tanya saya pura-pura bloon. “Penting donk, salah1 indikator kebekenan hahaha” jawab sang mentioner. AFAIK, awalnya twitter emang dipake para selebritis untuk broadcast segala hal ttg dirinya ke fansnya. Jadi karena saya bukan selebritis pastinya kebekenan bukan tujuan saya ngetwit.

Jadi ngapain dong ngetwit? bedanya apa sama status FB, misalnya? Serunya ngetwit IMHO adalah :

  1. seberapa penting atau gak penting pesan yang mau kita sampaikan, aturan matinya cuma satu, gak boleh lebih dari 140 karakter, kayak SMS standar aja. secara gak langsung kita disuruh mikir untuk memformulasikan twit secara efisien, terutama kalo pengen ngoceh panjang lebar.
  2. twit and let it go. gak perlu pusing ada yg peduli apa nggak. nggak perlu ngitung berapa jempol yang didapet dari twit itu (karena emang gak bisa). gak perlu nungguin juga ada yang reply apa nggak.
  3. gak perlu ‘ijin’ untuk follow orang (well, beberapa akun yg dikasih simbol gembok berarti kita musti minta ijin untuk mbuntutin dia). follow dan unfollow is just a click away.
  4. berita menyebar secepat badai tornado di twit, apalagi kalo udah masuk TT (trending topic).
  5. begitu banyak wisdom, kelucuan, keresehan, kesotoyan, kemarahan, kesedihan, berita gembira, berita duka, berita penting, berita gak penting, dst., berserakan di twitter. kalo kita baca timeline dan beruntung, bisa jadi sangat inspirasional.

Nah terus kembali ke humble mention itu, gimana caranya punya banyak follower? Well, awalnya sih saya gak terlalu peduli berapa banyak yg follow. Saya cuman ingin menyerap energi positif dari tulisan orang, sebanyak mungkin dan seefisien mungkin. Gimana dengan twit sampah? just let it go. Sampah buat kita barangkali bermanfaat buat orang lain. Kalo ada twit yg bener2 cool, marking favorite supaya kapan2 kita bisa baca lagi (di katalog favorite kita), sebelum hilang ditelan samudra digital.

Angka-angka cantik di twit home saya (asli, gak penting)

Kebanyakan kecap ya? dari tadi muter-muter aja. Iya deh, gini nih pengakuan saya gimana ceritanya sampe follower saya jumlahnya segitu. Buat yg followernya lebih banyak dari saya, bagian ini gak usah dibaca, gak penting banget. Kalo ngerasa bagian ini penting, baca baik-baik ya :

  1. I don’t expect too much. Kita gak bisa maksa orang untuk follow kita kan ? Jadi terimalah berapapun followermu dengan ikhlas, seperti kamu ikhlas juga dengan berapa rezeki yang diterima olehmu. #nyambungGakSih
  2. Find a way to get follower. Ada beberapa twit yg bunyinya kurang lebih ‘cara mudah dapat ribuan follower’. Tak satupun pernah saya coba, jadi gak tau itu beneran apa hoax aja. #kasihTauDongYangPernahNyoba.
  3. Carilah calon alias ‘follower to be’ kita. Paling gampang sih dari yang punya minat sama dengan kita. Misalnya, follower @detikcom pasti orang-orang yang seneng baca up-to-date news. Follower @simamaung pasti bukan fans-nya Persija, jangan salah pilih kalo gak pingin digitally crunched, mending cari di follower @bepe20 aja. Abis gitu, follow-lah para follower @detikcom, @simamaung, @bepe20, atau apapun yg cukup ngetop.
  4. Follow secara acak? boleh aja. Tapi lebih sehat kalo sebelum follow para follower di akun2 top itu, baca dulu twit terakhir yg mau difollow itu kayak apa. Kalo bener2 gak penting atau malah cuma sumpah serapah, atau twit terakhirnya setaun yang lalu, skip aja. Kalo twitnya cool, so pasti wajib di follow. Selanjutnya, berharap di foll-back. As simple as that.
  5. Seberapa banyak? Terserah !. Suatu waktu pernah saya follow sampe 1600an akun dan yg follow back 400an. Rajin ya nge-follow😀. Jangan lakukan di kantor, bisa disemprot bos. Jangan juga lakukan sebelum ujian, karena gak bakalan muncul namanya bocoran soal di twitter. Carilah waktu yang bener2 luang untuk ‘berburu’ follower ini.
  6. Terus kan gak ‘keren’ kalo yg follow sama yg di-follow njomplang gitu?. Well, iya sih !. Terus Gimana? Clean up ! Beresin tu akun2 yg ‘ngesok’ gak mau foll-back, ato yg deadbeats (gak pernah ngetwit lagi). Tapi jangan asal juga. Banyak akun yang gak follback tapi tetep worth it untuk di follow. Toh yang kita cari emang cool twits, the ultimate goal and that is all about twitter. Caranya? pake tweepi.com. Layanan gratis ini membantu kita ngerapihin akun kita.
  7. Lakukan terus langkah 6 sampe ngerasa cukup ‘eksis’ di twitter.

Disclaimer: Gak ada garansi cara ini berhasil. At least, it works for me🙂

PS: AFAIK->As Far As I Know. IMHO -> In My Humble Opinion


Aksi

Information

2 responses

18 08 2011
viezme

Wah..bapaknya Gaulll..jangan2 Kaskuser ya Pak?? ^_^v

iya, di twitter emang lebih bebas..
suka ya follow..ga suka tinggal unfollow..
as simple as that!

jadi penasaran, Pak Rizal orangnya yg mana ya,
di Japati y Pak kantornya?

19 08 2011
rizalean

nggak ngkaskus V, kuatir ketagihan😀

iya, emang sy di japati sehari-harinya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: