Ayo simpan telur di beberapa keranjang

16 09 2010

Kemerdekaan finansial adalah impian setiap orang yang hidup di muka bumi ini. Siapa yang tak ingin bisa ongkang-ongkang kaki, jalan-jalan ke sana kemari menikmati keindahan alam ciptaan Ilahi, mencicipi kuliner yang menggugah selera, atau sekedar bersilaturahmi menengok sanak famili? Tepat melewati usia 38 tahun, semakin kuat keinginan dalam diri saya untuk mencapai kemerdekaan finansial ini.

Kapan merdeka secara finansial ? (www.contencashsecrets.com)

Banyak ilmu dan tips yang bisa dipelajari dari para pakar perencana keuangan. Kunjungi perencana keuangan bila sempat. Trio Safir Senduk, Ahmad Gozali dan Eko Indarto membagi ilmu mereka secara gratis di sana. Bagus juga kunjungi QM Financial yang diasuh Ligwina Hananto. Mbak Ollie sudah membantu dengan menuliskan ringkasan financial planning di blognya.

Pada dasarnya investasi adalah upaya untuk meningkatkan nilai atau jumlah aset kekayaan. Prinsip dasar untuk investasi adalah tidak menyimpan telur kita di dalam satu keranjang. Dengan melakukan diversifikasi, berarti kita meminimalisir resiko yang disebabkan oleh gagalnya satu jenis investasi. Ada baragam pilihan investasi, dan umumnya dapat dibagi untuk tujuan jangka pendek (tabungan, deposito, properti) atau jangka panjang (reksadana, saham, emas). Pembagiannya tidak kaku juga, terkadang investasi jangka panjang bisa jadi investasi jangka pendek, demikian pula sebaliknya.

Sampai saat ini saya baru berinvestasi dalam bentuk tabungan dan properti. Tabungan investa cendekia bagi masing-masing buah hati, tabungan berencana untuk istri tercinta, dan sebuah properti yang sudah menghasilkan uang sewa sebagai tambahan income. Untuk yang tabungan pendidikan maupun berencana, sudah tercover juga asuransi jiwa / takaful, karena saya menyimpannya di bank syariah. Dari yang saya rasakan, nilai aset maupun income yang didapatkan dari properti jauh lebih baik dari tabungan. Namun paling tidak, saya mendapatkan proteksi takaful dari tabungan-tabungan itu. Rumah dengan luas tanah 154m persegi yang saya beli di tahun 2001 seharga Rp 55 Jt, nilainya saat ini mencapai Rp.250Jt. Plus masih ditambah nilai sewa karena rumah itu dikontrakkan.

Investasi properti saya, lebih menarik dari tabungan

Saat ini saya sedang belajar untuk menambah keranjang investasi saya, yaitu ke dalam bentuk reksadana dan emas. Ternyata harga emas selalu diatas inflasi, sesuatu yang selalu menggerogoti nilai uang kertas. Sayangnya, transaksi emas sepertinya baru mudah dilakukan di kota Jakarta dan Surabaya, khusunya bila kita ingin mendapatkannya dari Logam Mulia, anak usaha dari PT. Aneka Tambang. Lagipula, harganya yang relatif tinggi (saat menulis ini, Rp.370rb /gram), perlu dana tunai yang relatif cukup besar untuk membelinya. Saatnya bagi saya menabung untuk beli emas !

Pergerakan harga emas (www.kitco.com)

Selain itu, saya juga tertarik dengan reksadana. Pernah ada teman sekantor yang mengeluh karena nilai reksadananya turun. Tapi menurut para pakar perencana keuangan itu, karena reksadana secara prinsip adalah investasi jangka panjang, dalam jangka pendek bisa saja terjadi penurunan nilai investasi, khususnya bila investasi dalam bentuk saham dan indeks harga saham gabungan sedang jeblok, atau manajer investasi memilih saham yang kinerjanya buruk. Namun demikian, dalam jangka panjang, reksadana tetaplah menjanjikan tingkat keuntungan diatas tabungan maupun deposito. Saat ini saya mulai memproses konversi tabungan berencana saya menjadi reksadana.

Kinerja riil attractive money syariah (www.axa.co.id)

Sepertinya kunci pembukanya adalah perencanaan. Ligwina sharing bahwa keluarganya punya perencanaan untuk Dana Darurat yang targetnya adalah 12x pengeluaran bulanan. Lalu masih ada pos untuk Dana Pendidikan, Dana Pensiun, Dana Menikahkan anak, Dana Rumah Baru, Dana Haji, Dana Liburan. Whew….masih harus banyak belajar nih untuk mengelola keuangan dengan benar.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: