Antara iPhone, Blackberry dan Android

14 09 2010

pastinya ini bukan cerita antara aku, kau dan bekas pacarmu seperti yang dilagukan Iwan Fals :

apa yang tersembunyi
di balik manis senyummu
apa yang tersembunyi
di balik bening dua matamu

Semua orang yang tidak buta gadget, pasti kenal dengan iPhone dan Blackberry. Termasuk dua gadget yang paling hot di Indonesia saat ini, dan pastinya jadi idaman banyak penggila gadget yang ingin tampil trendy, para penganut techno-fashion yang merasa tampil jadul adalah suatu aib besar.

iPhones vs Blackberry

Karena saya bukan penganut techno-fashion, bukan penganut aliran iPhoniyah maupun blackberriyah, maka saya tak bergeming terhadap kecanggihan fitur, style, maupun gengsi yang dimilik oleh kedua gadget papan atas ini. Telah berulangkali bos nyindir, “kok masih pake hape cina gitu sih, aku jadi repot nih kalo mau bbm kamu !”. Well, kalo pake blackberry supaya bisa bbm sama bos, yang notabene berarti arus komunikasi order dan tugas-tugas semakin lancar laksana air bah, makasih deh. liyane wae bos !🙂

Taxco seri DM

Spesifikasi yang saya butuhkan sebenarnya cukup rumit:

  1. Satu handphone yang bisa dual on GSM + CDMA sekaligus. Karena saya pakai kartu Halo Telkomsel dan Kartu Flexi Classy. Dan pastinya saya nggak mau kantong saya penuh diisi handphone. One for all, and all for one !
  2. Sebagai bobotoh persib, saya merasa perlu untuk bisa ngintip pertandingan Persib @ anytime. Kadang Persib tanding di jam kantor, yang berarti norak sekali kalo sy nongkrongin tv di kantor kayak pegawai kelurahan kurang kerjaan. Kadang Persib tanding di malam hari, di mana kekuasaan atas remote control ada di si bungsu yang nonton ipin upin atau bernard the bear.
  3. Sesekali saya pingin dengar radio FM tanpa perlu headset.
  4. Pastinya bisa foto dan video, soal resolusi itu urusan orang Cina dan tuhannya.
  5. Sesekali pingin dengar murottal imam sudais, musik klasik, atau slowrock.

Spesifikasi gokil kayak gini pastinya nggak bisa dipenuhi iPhone maupun Blackberry. Karena itu kedua gadget top ini nggak pernah masuk itungan saya. Gadget pertama yang comply dan saya beli adalah Taxco seri DM80. Hampir sama dengan gambar diatas yang DM79, hanya (katanya) support Java. Sampai akhir pemakaian, saya nggak tau bedanya support java sama nggak support java😀

Belum setaun dipake, channel GSM-nya ngadat. Kadang idup, kadang mati. Seringnya mati. Dan hanya HP Taxco dan Alloh SWT yang tau kapan GSM channel saya ini nyala. Karena ngerasa perlu untuk tetap bisa on, setelah bersabar kurang lebih 4 bulan sejak GSM-nya ngadat, saya mulai berburu merk baru. Nilai buku dia belum habis, dengan sotoy saya berkata dalam hati, menyabarkan diri sebelum membeli gadget super saya yang baru.

Titan T8787 (GSM+CDMA+TV+FM+Camera+Video+MP3)

Kemaren sore nganter kakak ke Bandung Electronic City beli notebook, iseng-iseng cari hp super cina lagi. eh, ketemu, merk Titan seri T8787. Harganya Rp1Jt pas bulet. Ya udah langsung dibungkus aja. Kali ini sudah QWERTY pula, jadi punya new experience. Sayangnya liga super belum dimulai, jadi belum bisa nonton Persib. Tapi mbaknya yang jual udah ndemoin dengan semangat 45 bahwa fitur TV-nya jalan dengan jernih. Semoga kali ini lebih awet. Pokoknya sampe ada iPhone atau Blackberry dengan spesifikasi super seperti ini ada, maka saya nggak akan kapok pake HP Super Cina. Lagian, siapa yang bilang kalo iPhone dan Blackberry nggak di-manufaktur di Cina?

Story berlanjut ketika saya keilangan HP Titan itu. Ceritanya, seperti biasa rutinitas sabtu saya adalah main bola. Hari itu si sulung minta dianter ke sekolahnya karena ada kegiatan Pajarpara. Karena pulsa adalah salah satu musuh utama ABG, sambil jalan dia bilang “Pah pinjem HP”. Sambil megang stang motor, satu tangan merogoh saku dan mengoper HP ke belakang. Sampe di sekolahnya, dia turun, dan saya terus ke lapang bola. Selesai main bola, rutinitas sambil salin baju di lapang adalah ngecek HP, barangkali ada miscall ato SMS. HP-nya gak ketemu. “Oh iya, HP kan tadi dipinjem”, saya pikir.

Sampe rumah nagih deh HP ke si sulung. Cilakanya, dengan santainya si sulung bilang “Kan tadi udah dibalikin”. Gubraks. Bener-bener blank kalo HP itu udah dibalikin. Kali jatoh pas naro lagi di kantong abis dibalikin. Istirja deh, berarti musibah neh, semoga diganti yang lebih baik. Langkah pertama adalah nelpon ke HP Titan itu, kedua nomernya. Responnya kompak : “Nomor yang anda hubungi tidak aktif atau berada diluar jangkauan”.  Selanjutnya nelponin operator 147 dan 111 dari HP nyonya rumah, untuk minta diblokir Kartu Flexi Classy dan Halo-nya. Lebih seru lagi, sistem layanan Halo lagi gangguan, dan diminta nunggu 3 jam-an. Jadilah waswas kalo HP-nya dipake nelpon ke premium number, misalnya. Berulangkali cek dg nelpon, tetep jawabannya tidak aktif. Ternyata jaman sekarang, orang lebih suka memanfaatkan fisik HP daripada nyuri pakai ‘pulsa’-nya.

Jadilah hidup 3 hari tanpa HP, karena senin-nya pas cuti masal lagi. Baru bisa re-issue kartu SIM (Subscriber Identification Module) baru ke counter Plasa dan Grapari hari Selasa minggu depannya. Tentunya gak pake ganti nomer, kartu lama otomatis diblokir dan gak bisa dipake, meski nomernya tetap aktif di kartu baru. Kok bisa? karena kartu itu punya dua nomor. Nomor kartu dan nomor telpon yang diasosiasikan. Nomor ini digenggam di database HLR (Home Location Register), jadi dengan database mencatat pasangan nomor telpon dan nomor kartu yg baru, kartu lama otomatis tidak berguna karena tidak mungkin bisa aktif.

Ivio DE-88 Dual On GSM-CDMA, Android Froyo

Pertanyaan terbesarnya, ganti HP apa? Syarat dual on GSM – CDMA tetap berlaku. Dual on bukan dual mode. Kalo dual on berarti secara bersamaan nyala barengan. Dual mode, bisa GSM – CDMA tapi salah satu harus mati. Googling, tetep aja nggak ada dual on GSM – CDMA keluaran merk ternama. Akhirnya pilihan jatuh pada Ivio DE-88. Barang apa lagi neh? HP cina sih pastinya, yang menarik adalah OS-nya Android. Jadilah saya mulai baca-baca apa itu Android, OS besutan Google ini. Android 2.2, apa pula ini? Ternyata versi Android tuh banyak dan perkembangannya lumayan kenceng. Tiap versi punya nama versi 2.2 dikasih julukan froyo, 2.3 gingerbread, versi 3 honeycomb. Meski honeycomb udah keluar, Ivio DE-88 ini masih pake froyo.

So apa aja fiturnya? Nih dicuplik dari website resminya (ivio.com) :

  • Dual On GSM and CDMA
  • Android Froyo
  • Capacitive Multi-Gesture Touch Screen
  • Display 3.5″
  • Integrated Camera 5 MP
  • Multimedia Player
  • Support Micro SD
  • Wi-Fi Tether
  • G-Sensor

Wah, ini sih kelasnya smartphone. Bener aja, dengan ditanam koneksi FlexiNet unlimited, jadilah always connected. Layar 3.5″ cukup nyaman untuk dipake surfing, meski sebelumnya saya alergi dengan surfing di HP, karena ngerusak mata😀. Calendar-nya syncronized dengan Google Calendar, salah satu fitur Google yang rutin saya pake. Jadi update kalendar di HP, agenda dan reminder-nya tetep muncul saat saya kerja di laptop.

Yang paling seru adalah yang namanya Android Market. Ini adalah pasar terbuka yang dikendalikan Google dimana developer dan buyer bertemu. Jualannya “recehan”. Aplikasi bisa dihargai 10 ribu, 50 ribu, terserah developernya. Dan hebatnya, ada ribuan aplikasi yang bisa diunduh gratis dari Android Market. Mulai dari Game (harus urutan satu yah), tools, wallpaper, segala macem tetek bengek yang mungkin kita gak kepikiran dibuat orang dan ditaroh di salah satu pasar digital terbesar sedunia ini. Game free-nya banyak banget dan cukup seru. Jadilah rutinitas pulang kerja adalah harus menyerahkan HP ini ke si bungsu, yang kadang berantem sama abangnya karena sama-sama pingin main game.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: