Wakil rakyat seharusnya merakyat

12 09 2010

Wakil rakyat seharusnya merakyat
Jangan tidur waktu sidang soal rakyat
Wakil rakyat bukan paduan suara
Hanya tahu nyanyian lagu “setuju”
(Iwan Fals)

Sering dikatakan sebagai ‘Anggota Dewan yang Terhormat’. Sampai saat ini saya belum menemukan satupun kepantasan para anggota dewan menyandang predikat terhormat. Alih-alih terhormat, daftar cacat-cela para anggota dewan seolah tak ada habisnya. Korupsi berjamaah, suap, skandal seks, makelar proyek pembangunan, pesiar ke luar negeri, bolos sidang dengan absen lengkap, tidur saat sidang…

Senayan, tempat wakil rakyat 'bekerja'

Pastinya tidak semua wakil rakyat seperti itu. Adalah tidak adil untuk memukul ratakan seluruh wakil rakyat berkinerja payah. Sayangnya, sudah berganti berkali-kali penghuni senayan, belum ada satupun wakil rakyat yang dapat dijadikan role model sebagai wakil rakyat ideal.

Barangkali mereka lupa, siapa yang menggaji mereka. Wakil rakyat tak lebih dari ‘buruh’ yang digaji oleh ‘majikan’ mereka, yaitu rakyat. Buruh yang satu ini memang keblinger, meminta fasilitas yang tiada habis dengan menggunakan uang majikan, dan tak terbersit sedikitpun bahwa mereka seharusnya mengabdi pada sang majikan. Gila kekuasaan dan main gila dengan kekuasaan, menyebabkan skandal yang tiada putus menimpa mereka. Tak terhitung dengan jari berapa banyak anggota dewan baik di pusat maupun di daerah yang masuk penjara, tak membuat mereka jera dan bertobat.

Gedung DPR baru (sumber: republika.co.id)

Saat ini mereka ada rencana pembangunan gedung baru bagi mereka, dengan fasilitas bintang lima. Alasannya agar mereka bisa lebih baik berkarya. Dana yang diperlukan tak kurang dari Rp. 1.000.000.000.000. Ya, tak salah, nol-nya ada dua belas. denominasi terbesar yang ada di republik ini. Dana trilyunan yang dikumpulkan satu rupiah demi satu rupiah dari keringat rakyat ini akan dihamburkan untuk membangun suatu gedung mewah bagi para anggota dewan. Tak habis pikir saya, dengan gedung yang ada sekarang aja kurang-ajarnya si buruh udah kayak gini, gimana dengan fasilitas mewah baru, ntah skandal apa lagi yang akan tercipta. Naudzubillah, tak baik memang berburuk sangka, tapi memang sudah habis amunisi saya untuk berbaik sangka pada para anggota dewan.

Dana trilyunan itu bila dimanfaatkan dengan baik untuk kesejahteraan rakyat, tentu akan memberikan hasil yang signifikan. Sebagian anggota dewan yang masih memiliki hati nurani menolak pembangunan gedung baru ini. Sebagian lain berkilah bahwa itu bukan keinginan mereka, dan itu disediakan oleh negara, mereka hanyalah sekedar pengguna. Mereka tak peduli, dan mungkin IQ mereka tak sampai juga, bahwa negara tidak akan pernah punya uang jika rakyat tidak memberikan serupiah demi serupiah hasil keringat mereka ke kas negara dalam bentuk pajak.

Selayaknya, predikat ‘yang terhormat’ memang tidak perlu diberikan pada mereka. Cukup ‘Anggota Dewan’ saja. Dan sebaiknya mereka jangan terlalu lama duduk di senayan. Kasihan, nanti terlalu lama dan bertele-tele mereka harus menjelaskan tanggung jawab amanah yang mereka embang, kelak di mizan di hari akhirat. Itu pun, jika anggota dewan itu percaya bahwa hari akhirat memang ada.


Aksi

Information

2 responses

12 03 2012
mintarsih28

kalau saya gregeten sama wakilku,aku hanya bisa bilang, ” mereka tidak bikin ulah lagi kalau sudah terbajur kaku di batasi atas dan bawah dengan batu nisan baru sahok.”

12 03 2012
rizalean

hihihi.. desperate banget ya…
tapi emang sih, apa mereka wakil rakyat itu nggak mikir apa kalo suara mereka itu representasi suara konstitutennya. kalo udah dikutuk sama konstituennya kayak gini, berarti mereka udah nggak legitimate lagi jadi wakil rakyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: