Facebook vs Twitter

9 09 2010

Di jagat maya ini, tersedia begitu banyak situs jejaring sosial (social networking). Dari daftar situs jejaring sosial yang ada, pemuncak situs yang paling sering dikunjungi dan paling banyak memiliki registered users adalah facebook. Saat tulisan ini di-posting, facebook memiliki registered users tidak kurang dari 500 juta users, hampir 10% dari jumlah penduduk dunia. Sementara itu twitter menjadi situs kedua yang paling sering dikunjungi, meski jumlah registered user twitter (sekitar 75 juta) masih lebih sedikit dari MySpace, Vkontakte (Rusia) dan hi5.

Pertanyaan sederhananya, untuk apa facebook ? untuk apa twitter?

Ada yang nge-twit, “use facebook to arrange people of your past, use twitter to arrange people of your future“.  Paling tidak, memang facebook sangat nyaman untuk digunakan bernostaliga dengan kenalan lama. Begitu banyak acara reuni yang dimulai perencanaannya di facebook. Fasilitas foto-nya membuat facebook memang top banget sebagai album pribadi yang di-share ke kenalan maupun kerabat. Kekuatan aplikasi yang bersifat crowdsourcing, yaitu semua orang bisa menciptakan aplikasi dan ditempelkan ke situs facebook, membuat fungsionalitas facebook menjadi tak hanya terbatas untuk update status, tapi berkembang menjadi tersedianya kuis-kuis konyol hingga bermain multiplayer game online. Tak heran, seperti terlihat diatas, trafik menuju facebook terus menanjak. Hampir 38% orang yang terhubung ke internet, mengakses facebook.

Twitter sering dikategorikan sebagai microblogging. Tak seperti facebook yang menyediakan conversation, dimana orang bisa saling berkomentar status secara terorganisir rapi, di twitter meskipun bisa terjadi conversation, tapi antara ‘status’ dan response bisa bagaikan kutub utara dan selatan, gak keliatan sambungannya. Dan juga nggak seperti di facebook yang konteks networking-nya adalah ‘friend‘, dan orang harus disetujui untuk menjadi teman, di twitter konteksnya adalah following (mbuntuti) dan follower (pengikut). Dan tidak perlu persetujuan untuk following seseorang.  Akun twitter dengan follower terbanyak berturut-turut adalah Lady Gaga (6.131.965), Britney Spears (5.879.732) dan Ashton Kuthcer (5.726.788).  Di Indonesia, akun yang cukup banyak follower-nya diantaranya adalah Luna Maya (209.987) dan detikcom (171879). Sepertinya memang twitter lebih cocok sebagai fans page, dimana pesohor bisa mempublikasi aktivitas maupun ‘update statusnya’ ke para follower.

Buat saya pribadi, facebook dipakai sebagai album yang di-share dengan kenalan dan kerabat. Buat anak-anak di rumah, facebook adalah tempat bermain yang seru. Bisa beda-beda memang alasannya, tergantung kebutuhan masing-masing aja. Di twitter, berhubung saya bukan selebriti, maka saya share apa yang ada di pikiran saya, bukan melulu aktivitas saya (lagipula, siapa yg tertarik dengan aktivitas saya?). Dan nggak seperti facebook yang kita agak narsis dan hati-hati update status karena bisa dikeroyok banyak kenalan dan kerabat, di twitter lebih sederhana, just say it, and let it go. Nggak usah terlalu peduli ada yang komentar ato nggak. Kalo tulisan kita bagus, akan di RT (retweet) oleh follower kita, sehingga tulisan kita bisa menyebar kemana-mana. oh iya, di twitter, tulisan kita nggak boleh lebih dari 140 karakter. Jadi seninya adalah, membuat pemikiran yang bagus secara singkat, padat, tidak bertele-tele.

Baik status di facebook maupun ‘what’s happening’ di twitter bisa jadi hanyalah berupa informasi sampah belaka. Jangan pusing-pusing, lewati saja, dan kalo emang bete dengan tulisan seseorang, remove as friend di facebook, atau cabut aja dari status sebagai follower di twitter. Habis perkara. Namun, terkadang diantara informasi sampah, ada kearifan (wisdom) atau pemikiran bagus dan menggelitik yang bisa membuat kita tertegun atau malah senyum-senyum sendiri. Hati-hati, kita nggak mau dicap sebagai orang sinting kan? karena itu, maka social networking ini hanyalah pelengkap dari real life networking kita. Tetaplah bersosialisasi di dunia nyata, agar tak kau dapati dirimu hampa…

Oh iya, beda dengan facebook yang relatif handal (jarang banget down), mungkin karena model bisnis-nya udah mulai jalan via iklan  / advertising, twitter seringkali mogok. Dan seperti kata pepatah “murah njaluk slamet !”, yang bisa dilakukan hanyalah menunggu sampai si ikan paus menghilang dari situs twitter. Seorang pejabag di Twitter sendiri bilang kalo Twitter sebenarnya bukan untuk social networking. Twitter is to discover new things in the world. Untuk mengetahui hal-hal baru di seluruh dunia. Oleh karena itu, bukan soal seberapa banyak follower-mu, tapi semakin banyak following, semakin besar kemungkinan kita mendapat informasi berharga dan terbaru dari seluruh penjuru dunia.

situs twitter kalo lagi overload


Aksi

Information

2 responses

7 04 2012
elfarizi

2010 masih alay-alaynya pake FB. Sekarang udah agak bosan, makanya pilih Twitter. Sialnya, saya pake Twitter gak begitu ngerti. Berhubung kata temen-temen, Twitter lebih keren hehehe😀

9 04 2012
rizalean

ada yang bilang : untuk berhubungan dengan seseorang di masa lalu, gunakan FB, dan untuk berkomunikasi dengan masa depan, gunakan twitter🙂

twitter adalah blog juga, dg 140 char / posting. blogger akan mudah beradaptasi dengan twitter…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: