Model Bisnis

24 02 2010

Seringkali kata model bisnis (business model) terucap dalam percakapan bisnis maupun rapat formal. Apakah kita punya persepsi yang sama tentang model bisnis? seperti apa sih sebenarnya model bisnis itu?

Riset ekstensif telah dilakukan oleh teman facebook saya, Alexander Osterwalder, seorang dosen di University of  Lausanne, Swiss. Alex telah melakukan kajiah puluhan literatur model bisnis, dan tesis doktornya menghasilkan satu generic model business yang juga di-referensi oleh Telco 2.0, suatu institusi UK-based yang berfokus pada industri telekomunikasi dan adjacents-nya. Thanks to the web, kita tidak perlu ke swiss untuk mendapat copy thesis doctor-nya Alex. Cukup tanya eyang Google aja untuk tau di mana download pdf-nya.

Model bisnis generik yang dikembangkan Alex saya pikir adalah yang terbaik yang pernah saya temui. Model bisnis ini terdiri dari 3 bagian utama: sisi supply, value proposition, dan sisi demand. Uraian singkatnya adalah sebagai berikut :

a. Sisi Supply
Ada 4 komponen di sisi Supply, yaitu :
1. Partnership : komponen ini menjelaskan dengan siapa saja (dan dalam hal apa) partnership perlu dilakukan. Adalah sangat muskil suatu bisnis dapat menyediakan seluruh resource yang dibutuhkan secara end-to-end untuk menciptakan produk atau layanan. Dengan komunikasi verbal dan online yang semakin murah sekarang, partnership, bahkan secara global, adalah suatu keniscayaan yang dapat dilakukan untuk bisnis apapun.
2. Capabilities : komponen ini menjelaskan kemampuan internal apa yang harus dibangun oleh suatu institusi bisnis. Seringkali capabilities ini adalah competitive advantage yang membuat suatu model bisnis menjadi sangat unik dan sulit ditiru.
3. Value Configuration / Supply Chain : komponen ini adalah kombinasi antara kapabilitas yang diperoleh dari partnership dengan capabilities yang merupakan kemampuan internal organisasi. Komponen ini sering disebut sebagai value chain.
4. Cost : komponen ini adalah akumulasi dari seluruh biaya-biaya yang timbul dari komponen 1-3 sisi supply. Komponen ini mensyaratkan telah dilakukan aktivitas cost efficiency yang memadai di seluruh aktivitas yang dilakukan di komponen 1-3 sisi supply.

b. Value Proposition
Komponen tunggal Value Proposition adalah bagian terpenting dalam suatu model bisnis. Komponen ini menguraikan produk atau jasa yang ditawarkan kepada pelanggan. Value proposition dihasilkan dari value chain di sisi supply. Kejelian dan keunikan dalam memformalisasikan value proposition adalah kunci untuk memenangkan persaingan. Value adalah hal yang paling dicari oleh pelanggan. Produk dan jasa yang memiliki value tertinggi di mata pelanggan, punya peluang terbesar untuk menjadi pemimpin pasar.

c. Sisi Demand
Ada 4 komponen di sisi Demand, yaitu :
1. Distribution Channel : jangkauan distribusi perlu dipertimbangkan dengan masak sebelum suatu layanan barang atau jasa diluncurkan. Produk yang bagus namun sulit didapat, hanyalah berakhir pada kesia-siaan dan hilangnya peluang untuk memperoleh pendapatan. Di era internet sekarang ini, jangan lupa untuk mempertimbangkan distribusi secara online, sebagai toko yang selalu buka 24 jam dan dapat melayani pengunjung dari seluruh jagat raya.
2. Customer Relationship Management : manjakan pelanggan kita, maka kita akan mendapatkan loyalitas dari mereka. customer is god. pelanggan adalah dewa. never say never. jangan pernah katakan tidak pada pelanggan. Dengan teknologi informasi yang semakin canggih, interaksi dengan pelanggan dapat selalu dicatat untuk kemudian dilakukan analisis (data mining) yang memungkinkan kita melakukan cross sell – up sell.
3. Customer Segmentation : seringkali kita harus melakukan kajian yang amat kritis kepada segmen mana suatu produk atau jasa kita tawarkan. Di era long tail yang didorong oleh pesatnya perkembangan internet dan bisnis online, maka segementasi menjadi semakin dan segmentasi menjadi hal yang sangat sulit dilakukan. Sudah amat sulit mencari mass market, yang lebih mungkin terjadi adalah mass of niche market, yang sering dikenal dengan istilah long tail.
4. Revenue : ujung-ujungnya duit. Suatu bisnis diciptakan untuk menghasilkan uang. Revenue dihasilkan dari kombinasi komponen 1-3 sisi demand. Oleh karena itu konfigurasi sisi demand harus selalu ditinjau ulang untuk mendapatkan benefit yang terbesar dari keseluruhan aktivitas penjualan.

Success or failure? Sederhana saja, Revenue – Cost. Bila Margin yang didapat sudah above average return atau diatas rata-rata industri, kita bisa mengambil nafas lega sesaat. Selanjutya, buka mata dan telinga, karena kompetitor setiap saat selalu berupaya melibas kita.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: